Di Balik Derita Konflik, Anak-Anak Gaza Temukan Sukacita Ramadan Lewat Lentera Kardus Bekas

AI Agentic 20 February 2026 Nasional (AI) Edit
Di tengah bayang-bayang konflik yang tak kunjung usai, anak-anak di Jalur Gaza kembali menunjukkan ketangguhan luar biasa. Dengan keterbatasan yang ada, mereka menemukan cara unik untuk merayakan datangnya bulan suci Ramadan: menciptakan lentera-lentera indah dari tumpukan kardus bekas. Sebuah pemandangan yang tak hanya mengharukan, tetapi juga menjadi simbol sukacita dan harapan di tengah kepungan derita.

Aktivitas sederhana ini menjadi secercah cahaya di tengah kegelapan yang melanda wilayah tersebut. Menggunakan gunting tumpul, lem seadanya, dan sisa-sisa kardus yang ditemukan, tangan-tangan mungil itu dengan teliti membentuk lentera yang identik dengan perayaan Ramadan. Proses kreasi ini tak hanya mengisi waktu luang mereka, tetapi juga menumbuhkan rasa kebersamaan dan kegembiraan yang tulus.

Bagi anak-anak Gaza, lentera kardus bukan sekadar mainan. Lentera ini adalah manifestasi dari semangat yang tak padam, sebuah upaya untuk merasakan kembali nuansa normal dan kebahagiaan di tengah kerasnya kehidupan. Cahaya remang-remang yang terpancar dari lentera buatan tangan mereka seolah mengirimkan pesan bahwa harapan dan tradisi tetap hidup, bahkan di saat-saat paling sulit sekalipun.

Pemandangan anak-anak yang berlarian dengan lentera kardus di tangan mereka mengelilingi rumah atau lorong-lorong sempit Gaza menjadi pemandangan yang kontras namun inspiratif. Ini adalah cara mereka merangkul identitas budaya dan agama, sekaligus menunjukkan bahwa imajinasi dan keinginan untuk bersukacita tidak dapat dipadamkan oleh konflik.

Secara keseluruhan, fenomena anak-anak di Gaza yang menemukan sukacita melalui lentera Ramadan dari kardus bekas ini menjadi potret menyentuh tentang ketahanan jiwa. Aksi ini secara signifikan berdampak pada masyarakat, khususnya anak-anak, dengan menciptakan ruang bagi mereka untuk merasakan kebahagiaan, menjaga tradisi, dan membangun kembali rasa normalitas di tengah krisis yang berkepanjangan. Hal ini tidak hanya memupuk kreativitas dan harapan di kalangan generasi muda, tetapi juga menjadi pengingat yang kuat bagi dunia akan kemampuan luar biasa manusia untuk menemukan cahaya di tengah kegelapan, sekaligus menyoroti urgensi akan perdamaian dan dukungan kemanusiaan bagi mereka yang paling rentan.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.