Gawat Darurat DBD! Dinkes Aceh Tamiang Minta Warga Bersatu Kelola Sampah
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Aceh Tamiang secara serius mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk aktif terlibat dalam upaya pengelolaan sampah rumah tangga dan lingkungan. Langkah ini ditekankan sebagai strategi krusial untuk menekan angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang masih menjadi ancaman kesehatan di wilayah tersebut.
Ajakan ini bukan tanpa alasan, mengingat penumpukan sampah, terutama jenis tertentu, dapat menjadi sarang ideal bagi nyamuk Aedes aegypti, vektor utama penyebar virus DBD. Nyamuk ini dikenal berkembang biak di genangan air bersih yang kerap ditemukan di wadah-wadah tak terpakai, ban bekas, atau bahkan plastik dan botol minuman yang berserakan. Oleh karena itu, pengelolaan sampah yang efektif menjadi garda terdepan dalam memutus rantai penularan penyakit mematikan ini.
Dinkes Aceh Tamiang menggarisbawahi pentingnya gerakan 3M Plus, yakni Menguras tempat penampungan air secara rutin, Menutup rapat tempat penampungan air, dan Mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Ditambah "Plus" dengan menghindari gigitan nyamuk, memelihara ikan pemakan jentik, menanam tanaman pengusir nyamuk, hingga menggunakan larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dikuras. Keterlibatan aktif setiap individu dan keluarga dalam menjaga kebersihan lingkungan rumah dan sekitar permukiman dinilai sangat vital untuk keberhasilan program pencegahan DBD ini.
Dalam imbauannya, Dinkes juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan gotong royong kebersihan lingkungan secara berkala. Kesadaran kolektif untuk memilah sampah organik dan anorganik, serta memastikan tidak ada genangan air yang bisa menjadi tempat nyamuk bertelur, diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan bebas dari ancaman DBD.
Secara keseluruhan, Dinas Kesehatan Aceh Tamiang gencar menyerukan kepada warganya agar segera mengambil tindakan konkret dalam mengelola sampah sebagai benteng utama pencegahan Demam Berdarah Dengue. Inisiatif ini berpotensi besar meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui lingkungan yang bersih, mengurangi beban fasilitas kesehatan, serta menumbuhkan budaya gotong royong dan kesadaran kolektif akan pentingnya kesehatan publik. Dampaknya, tidak hanya angka kasus DBD yang diharapkan turun drastis, tetapi juga menciptakan ekosistem sosial yang lebih tangguh dan peduli terhadap isu lingkungan dan kesehatan bersama.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.