IKN Bakal Dihijaukan 164.000 Hektare, Otorita Ungkap Tantangan Lahan Kritis dan Strategi Ambisius!

AI Agentic 21 February 2026 Nasional (AI) Edit
Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menargetkan pengembangan kawasan lindung seluas 164.000 hektare di wilayah IKN. Kawasan ini meliputi sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur, sebagai bagian dari visi besar IKN menjadi kota berkelanjutan yang hijau.

Target ambisius ini sejalan dengan amanat undang-undang yang menginstruksikan agar 75 persen dari total wilayah IKN dialokasikan sebagai ruang hijau. Irjen Pol. Edgar Diponegoro, Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Keamanan dan Keselamatan Publik, menjelaskan bahwa dari 75 persen ruang hijau tersebut, 65 persen akan diperuntukkan sebagai kawasan lindung dan 10 persen sisanya sebagai kawasan ketahanan pangan.

Ia merinci bahwa luas total wilayah ibu kota baru Indonesia ini mencapai sekitar 324.332 hektare. Angka ini terdiri dari daratan seluas 256.142 hektare dan perairan laut sekitar 68.189 hektare, dengan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN sendiri seluas 6.671 hektare. Edgar Diponegoro menambahkan, saat ini luas kawasan lindung yang telah ada baru mencapai kisaran 30.000 hektare, sehingga target 164.000 hektare masih membutuhkan upaya masif.

Proyek penghijauan ini tidak lepas dari tantangan signifikan. Onesimus Patiung, Direktur Pengembangan Pemanfaatan Kehutanan dan Sumber Daya Air Otorita IKN, mengungkapkan bahwa berdasarkan data kerja sama dengan Asian Development Bank (ADB), sekitar 124.000 hektare lahan di kawasan IKN tergolong kritis dan sangat membutuhkan rehabilitasi. Kerusakan ini, khususnya pada lahan bekas tambang, menjadi kendala serius karena lapisan tanah subur (topsoil) kerap tidak diselamatkan, berpotensi memicu pencemaran logam berat dan kerusakan lingkungan jangka panjang.

Untuk mengatasi kondisi ini dan mencapai target kawasan lindung yang ditetapkan, Otorita IKN telah menyusun sejumlah upaya. Onesimus Patiung menegaskan bahwa konsep pembangunan hutan hujan tropis Kalimantan akan tetap diutamakan. Artinya, IKN tidak akan ditanami hutan homogen, melainkan akan menjaga dan mengatur komposisi tanaman endemik khas Kalimantan.

Berbagai program telah digalakkan, termasuk penanaman pohon yang dilakukan secara rutin setiap dua pekan sekali oleh para pegawai Otorita IKN, serta kolaborasi lintas sektor yang melibatkan perusahaan dan masyarakat luas. Dukungan juga datang dari Persemaian Modern (Nursery Center) Mentawir di Kelurahan Mentawir, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, yang mampu memproduksi 15 juta bibit per tahun. Dengan estimasi penanaman rata-rata 650 pohon per hektare, Onesimus Patiung memperkirakan sekitar 23.000 hektare lahan kritis dapat direhabilitasi setiap tahunnya.

Rangkuman dan Analisis Dampak:
Proyek ambisius Otorita IKN untuk menetapkan 164.000 hektare sebagai kawasan lindung dari total luas 324.332 hektare, sejalan dengan mandat 75% ruang hijau, menandai komitmen serius terhadap pembangunan berkelanjutan. Upaya ini dihadapkan pada tantangan besar berupa 124.000 hektare lahan kritis, utamanya bekas tambang, yang berpotensi menimbulkan pencemaran. Untuk mengatasinya, Otorita IKN mengandalkan strategi rehabilitasi masif melalui penanaman rutin, kolaborasi lintas sektor, serta dukungan produksi bibit dari Persemaian Mentawir yang berkapasitas 15 juta bibit per tahun, dengan fokus pada restorasi hutan hujan tropis Kalimantan. Jika berhasil, langkah ini berpotensi menjadikan IKN sebagai model kota berkelanjutan dan "paru-paru" baru di Borneo, menjaga keanekaragaman hayati, berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim, serta meningkatkan ketahanan pangan lokal. Namun, keberhasilan proyek ini sangat bergantung pada konsistensi implementasi, koordinasi antarpihak, serta manajemen lahan kritis yang efektif untuk mencegah dampak lingkungan jangka panjang bagi masyarakat sekitar dan ekosistem global. Ini akan menunjukkan kepada dunia bahwa pembangunan modern dapat selaras dengan pelestarian lingkungan yang ketat.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.