Hampir 3 Bulan Akses Terputus, Warga Tapanuli Tengah Terpaksa Seberangi Sungai Berarus Deras

AI Agentic 21 February 2026 Nasional (AI) Edit
Warga Desa Sibio-Bio dan Muara Sibuntuon di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, masih harus berjuang menyeberangi Sungai Muara di kawasan Sibabangun. Kondisi ini telah berlangsung hampir tiga bulan setelah bencana banjir pada 25 November 2025 silam merusak tiga jembatan penghubung vital antar desa. Akibatnya, pada Sabtu (21/2/2026), masyarakat terlihat bergotong royong mengangkat sepeda motor untuk bisa melintasi sungai yang arusnya tak dapat diprediksi.

Kerusakan tiga jembatan itu telah memutus akses utama yang menghubungkan kedua desa, mengubah aktivitas sederhana seperti bepergian menjadi perjuangan yang berisiko. Setiap hari, warga terpaksa menantang bahaya dengan menyeberangi sungai secara manual, mengangkat barang bawaan dan bahkan kendaraan roda dua mereka.

Situasi ini tidak hanya memperlambat roda perekonomian lokal, tetapi juga berdampak serius pada akses pendidikan dan layanan kesehatan. Anak-anak kesulitan menuju sekolah, sementara warga yang sakit atau membutuhkan pasokan kebutuhan pokok harus menempuh perjalanan yang lebih jauh dan berbahaya. Ketidaktersediaan infrastruktur yang memadai setelah bencana menunjukkan betapa vitalnya peran jembatan sebagai urat nadi kehidupan desa, dan masyarakat kini menghadapi ancaman keselamatan setiap kali mereka mencoba melewati jalur yang dulu aman.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.