Gotong Royong Calon Perwira: Mahasiswa STIK Renovasi Rumah Janda Korban Banjir di Aceh Barat
Meulaboh – Semangat gotong royong dan kepedulian sosial terpancar jelas di Desa Jambak, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, ketika para mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) turun tangan membantu masyarakat korban banjir bandang. Mereka bahu-membahu memperbaiki rumah Nur Khomari, seorang janda yang hidup sebatang kara dan menjadi salah satu korban terdampak parah. Aksi kemanusiaan ini tak hanya memberikan bantuan fisik yang sangat dibutuhkan, tetapi juga menjadi suntikan moral bagi warga yang berjuang bangkit dari keterpurukan, sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antar berbagai elemen masyarakat dalam mempercepat proses pemulihan pascabencana.
Mahasiswa S-1 STIK Angkatan ke-83/WPS Sindikat VII secara aktif terlibat dalam perbaikan rumah yang sebelumnya rusak akibat terjangan banjir. Kehadiran mereka di tengah masyarakat Desa Jambak pada Sabtu lalu, menurut Kapolres Aceh Barat AKBP Yhogi Hadisetiawan, merupakan bentuk nyata pengabdian dan empati terhadap warga yang masih dalam tahap pemulihan.
AKBP Yhogi Hadisetiawan menjelaskan bahwa keterlibatan para calon perwira ini tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik bangunan. Lebih dari itu, kehadiran mahasiswa juga diharapkan dapat memberikan dukungan moril yang signifikan, membangkitkan semangat warga terdampak untuk terus menjalani kehidupan sehari-hari dengan optimisme.
Suasana kebersamaan begitu terasa di lokasi. Mahasiswa bersama warga saling bekerja sama, menunjukkan nilai luhur gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia. Pemandangan ini memperkuat ikatan antara aparat calon penegak hukum dengan masyarakat yang mereka layani.
Kapolres Aceh Barat itu menyampaikan apresiasi tinggi atas kepedulian yang ditunjukkan oleh mahasiswa STIK. Ia menilai kegiatan ini sebagai cerminan semangat pengabdian Polri kepada masyarakat. Lebih jauh, momen ini juga menjadi sarana pembelajaran langsung yang berharga bagi para calon perwira, membantu mereka memahami kondisi sosial riil di lapangan.
Menurut AKBP Yhogi Hadisetiawan, partisipasi mahasiswa STIK di tengah masyarakat adalah bagian dari implementasi konsep Polri Presisi yang mengedepankan pendekatan humanis dan responsif terhadap berbagai persoalan sosial. Ia mengingatkan bahwa bencana alam tidak hanya menyisakan kerusakan fisik, tetapi juga dampak psikologis mendalam bagi korbannya. Oleh karena itu, kehadiran aparat dan calon perwira Polri sangat krusial untuk memberikan rasa aman serta dukungan moril yang dibutuhkan.
"Kegiatan ini membuktikan bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial masih sangat kuat di tengah kita," ujar AKBP Yhogi Hadisetiawan. Ia berharap, sinergi antara Polri dan masyarakat dapat terus terjalin erat, sehingga kehadiran Polri benar-benar dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat. Bakti sosial semacam ini juga diharapkan menjadi contoh dan motivasi bagi elemen masyarakat lain untuk berpartisipasi aktif membantu mereka yang membutuhkan.
Dengan kolaborasi dan solidaritas yang kuat, proses pemulihan pascabencana diyakini dapat berjalan lebih cepat dan efektif, membawa harapan baru bagi warga terdampak.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.