Harmoni Imlek Nusantara: Lapangan Banteng Jadi Pusat Akulturasi Budaya di Momen Ramadhan
Jakarta – Imlek Festival 2577–Harmoni Imlek Nusantara resmi dibuka di Lapangan Banteng, Jakarta, mulai 17 Februari hingga 3 Maret 2026. Acara perdana ini digagas untuk menampilkan dan memperkuat keharmonisan keberagaman budaya di Indonesia, terutama di tengah bulan suci Ramadhan. Festival ini diharapkan menjadi ruang temu lintas komunitas, tempat refleksi antarumat beragama, sekaligus wadah diplomasi kekayaan budaya bangsa yang terbuka bagi semua kalangan.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar, yang juga menjabat Ketua Umum Imlek Nasional, menjelaskan bahwa festival ini merupakan cerminan keindahan Indonesia yang kaya akan keberagaman. Menurutnya, digelarnya festival di bulan Ramadhan menambah dimensi keunikan, di mana masyarakat bisa menyaksikan langsung akulturasi budaya Tionghoa dan Indonesia melalui beragam kegiatan interaktif.
Salah satu daya tarik utama adalah Museum Terbuka: Akulturasi Budaya Tionghoa, yang akan berlangsung dari 22 Februari hingga 1 Maret 2026. Museum ini menyajikan cerita dan artefak yang menggambarkan proses panjang akulturasi tradisi Tionghoa dengan berbagai budaya lokal di Nusantara. Melalui koleksi sejarah, seni visual, instalasi interaktif, hingga narasi multimedia, pengunjung akan diajak memahami bagaimana Imlek telah berkembang menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sosial dan budaya masyarakat Indonesia.
Selain edukasi sejarah, festival ini juga menghadirkan berbagai pertunjukan yang memukau, mulai dari atraksi barongsai dan liong yang energik hingga pameran kostum tradisional Tionghoa yang elegan. Pengunjung juga dapat memanjakan lidah di pasar kuliner UMKM yang menyediakan aneka makanan dan minuman. Bertepatan dengan Ramadhan, pasar kuliner ini dirancang khusus untuk menjadi pilihan menarik bagi masyarakat Muslim untuk berburu takjil dan berbuka puasa. Irene menuturkan, pasar ini juga menjadi ruang interaksi ekonomi dan budaya, memberi kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk menampilkan produk inovatif mereka.
Tak hanya itu, aspek kesejahteraan masyarakat juga diperhatikan dengan adanya berbagai stan kebugaran (wellness) yang menawarkan layanan relaksasi dan pijat khas Indonesia, serta cek kesehatan gratis. Irene menekankan bahwa festival ini dirancang untuk inklusivitas, terlihat dari pemilihan lokasi Lapangan Banteng yang terbuka luas. "Kami merancang tempat ini sebagai lapangan terbuka dan cukup besar, bukan hanya membicarakan inklusivitas, namun juga mewujudkannya," jelasnya.
Pemerintah menargetkan festival ini dapat menarik antara 5 ribu hingga 10 ribu pengunjung. Namun, Irene optimis jumlah kedatangan akan melampaui target, mengingat lokasi strategis Lapangan Banteng yang berdekatan dengan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral. "Saya cukup yakin itu akan di atas target karena dari tarawih saja, limpahan ke sini pasti lebih banyak," prediksinya, menyoroti potensi keramaian dari kegiatan ibadah di sekitar lokasi.
Imlek Festival 2577–Harmoni Imlek Nusantara, dengan tagline “Harmoni Nusantara”, juga menyuguhkan Festival Lentera, Pasar Seni & Kreatif, hingga ornamen film dari “Jumbo” sampai “Pelangi di Mars”. Puncak perayaan acara akan digelar pada 28 Februari 2026, yang akan dimeriahkan dengan atraksi barongsai dan liong massal, pertunjukan musik dan tari tradisional, serta penampilan seniman nasional, sebagai simbol harmoni dan persatuan bangsa. Festival ini diharapkan dapat memperkaya khazanah budaya nasional yang beragam, sekaligus memperkuat tali persaudaraan di tengah masyarakat.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.