Imlek Festival 2577: Saat Keberagaman Jadi Jantung Kekuatan Indonesia, Wamen PPPA Tegaskan Pesan Penting!
Jakarta – Keberagaman bukanlah seragam, melainkan sebuah kelebihan. Demikian penekanan penting yang disampaikan Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA) Veronica Tan dalam pembukaan Imlek Festival 2577–Harmoni Imlek Nusantara di Lapangan Banteng, Jakarta, Minggu lalu.
Veronica Tan menggarisbawahi bahwa di tengah perbedaan, Indonesia memiliki kekuatan dahsyat untuk merajut kebersamaan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan keberagaman sebagai pendorong eratnya persatuan, sekaligus membuktikan kepada dunia bahwa toleransi dan saling menghargai bukanlah halangan bagi bangsa ini.
Pesan tersebut diwujudkan secara nyata melalui semboyan "Bhinneka Tunggal Ika", yang diharapkan dapat benar-benar tertanam dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari oleh setiap individu di bumi Indonesia. Veronica, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Imlek Nasional, menegaskan bahwa keberagaman ini harus menjadi kekuatan pemersatu bagi seluruh rakyat.
Senada, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf) Irene Umar, yang juga Ketua Umum Imlek Nasional, membeberkan bahwa berbagai rangkaian acara Imlek Festival 2577 akan menjadi bukti nyata dari semboyan tersebut. Festival yang dijadwalkan berlangsung dari 17 Februari hingga 3 Maret 2026 ini akan menyuguhkan berbagai kejutan yang menunjukkan kekayaan dan keunikan Indonesia, di mana perbedaan tidak menghalangi persatuan. Irene juga menyoroti keindahan keberagaman yang semakin semarak dengan dekatnya perayaan Imlek dan bulan Ramadhan.
Imlek Festival 2577–Harmoni Imlek Nusantara dirancang sebagai ruang temu kebangsaan yang merefleksikan semangat "Bhinneka Tunggal Ika" secara mendalam. Acara ini berambisi menonjolkan bahwa keberagaman bukanlah sumber perpecahan, melainkan kekuatan yang mampu menyatukan masyarakat sekaligus menjadi penggerak ekonomi kerakyatan. Istilah “Imlek” sendiri, sebagai produk akulturasi khas Nusantara, menunjukkan bahwa tradisi ini telah menyatu dan menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas bangsa.
Selain mempererat kebersamaan, festival ini juga bertujuan menggerakkan roda ekonomi rakyat melalui peningkatan transaksi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata. Dengan demikian, diharapkan tercipta dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan. Panitia festival ingin menunjukkan bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang mampu merawat perbedaan sebagai kekuatan kolektif, menjadi simbol persatuan, ruang kolaborasi lintas komunitas, serta motor penggerak ekonomi rakyat. Melalui semangat "Bhinneka Tunggal Ika", Imlek Nusantara menjadi cerminan wajah Indonesia yang inklusif, toleran, dan optimistis dalam menatap masa depan.
Secara garis besar, Imlek Festival 2577 menjadi panggung utama bagi para pejabat negara untuk menegaskan kembali pentingnya keberagaman sebagai kekuatan fundamental bangsa Indonesia. Wamen PPPA Veronica Tan dan Wamenekraf Irene Umar kompak menyuarakan bahwa "Bhinneka Tunggal Ika" harus hidup dan terwujud dalam keseharian, bukan sekadar semboyan. Mereka melihat festival ini bukan hanya sebagai perayaan budaya, melainkan juga sebagai platform strategis untuk memperkuat toleransi, memupuk persatuan di tengah perbedaan agama dan tradisi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi melalui partisipasi UMKM dan pariwisata. Dampaknya bagi masyarakat sangat signifikan, yaitu memantapkan identitas kebangsaan yang inklusif, meredakan potensi perpecahan, serta memberikan dorongan ekonomi yang konkret, menciptakan harmoni sosial dan optimisme di tengah dinamika global.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.