Badai PHK Hantam Aston Martin: Ribuan Karyawan Terdampak Tekanan Global dan Tarif AS
Produsen mobil mewah asal Inggris, Aston Martin Lagonda Global Holdings Plc, mengumumkan rencana restrukturisasi besar-besaran yang akan memangkas sekitar 20 persen tenaga kerjanya. Langkah drastis ini diambil perusahaan untuk memangkas biaya operasional di tengah meningkatnya tekanan eksternal, termasuk kenaikan tarif impor yang diberlakukan Amerika Serikat (AS). Pengumuman ini disampaikan pada Rabu lalu, berbarengan dengan laporan keuangan tahunan perusahaan untuk tahun 2025.
Program pengurangan biaya ini berpotensi berdampak pada sekitar seperlima dari total 3.000 karyawan Aston Martin. Melalui restrukturisasi ini, perusahaan memperkirakan akan mencapai penghematan tahunan sekitar 40 juta poundsterling, meskipun harus menanggung biaya satu kali sebesar 15 juta poundsterling. Rencana pemangkasan kali ini jauh lebih agresif dibandingkan upaya serupa setahun sebelumnya, yang hanya menargetkan pengurangan sekitar 5 persen tenaga kerja.
CEO Aston Martin Lagonda Global Holdings Plc, Adrian Hallmark, menjelaskan bahwa perusahaan berupaya keras untuk memangkas biaya dan meningkatkan efisiensi demi mengatasi kerugian yang telah berlangsung selama bertahun-tahun serta mengurangi beban utang yang menumpuk. Ia menuturkan, berbagai faktor telah mempersulit upaya pemulihan produsen mobil mewah tersebut, terutama kenaikan tarif AS, penundaan peluncuran produk baru, masalah kualitas, serta melemahnya permintaan di pasar-pasar utama luar negeri, dengan AS sebagai pasar terbesar mereka.
Menyikapi dampak tarif AS, Adrian Hallmark secara terang-terangan menyampaikan bahwa meskipun ia tidak menyalahkan sepenuhnya mantan Presiden AS Donald Trump atas seluruh kesulitan yang dihadapi perusahaan, namun kebijakan tarif tersebut jelas merupakan bagian besar dari permasalahan signifikan yang mereka alami sepanjang tahun lalu.
Laporan keuangan Aston Martin menunjukkan bahwa pada tahun 2025, perusahaan membukukan kerugian sebelum pajak sebesar 363,9 juta poundsterling. Pendapatan perusahaan juga anjlok 21 persen secara tahunan, menjadi 1,26 miliar poundsterling. Perusahaan menutup tahun 2025 dengan utang bersih sekitar 1,38 miliar poundsterling, sementara kepemilikan kas hanya tersisa sekitar 250 juta poundsterling.
Untuk tahun 2026, produsen otomotif ini memperkirakan arus kas bebas keluar akan membaik. Namun, mereka tidak mengantisipasi akan mencatat arus kas positif selama tahun tersebut. Proyeksi pengiriman kendaraan pada tahun 2026 diperkirakan akan relatif sejalan dengan 5.448 unit yang telah dikirim pada tahun 2025. Aston Martin berharap, peningkatan pengiriman model-model dengan harga lebih tinggi, termasuk supercar hibrida Valhalla, akan menopang kinerja keuangan mereka di tahun mendatang.
Secara garis besar, Aston Martin mengumumkan pemangkasan 20 persen karyawannya sebagai respons terhadap tekanan eksternal seperti tarif AS, kerugian bertahun-tahun, dan penurunan permintaan. Perusahaan mencatat kerugian signifikan sebesar 363,9 juta poundsterling dan pendapatan anjlok 21 persen pada tahun 2025, menambah beban utang yang mencapai 1,38 miliar poundsterling. CEO Adrian Hallmark menyoroti tarif AS dan masalah internal sebagai penyebab utama kesulitan. Langkah restrukturisasi ini, meski bertujuan untuk efisiensi dan penghematan 40 juta poundsterling, diperkirakan akan menunda pemulihan arus kas positif hingga setelah tahun 2026, sambil mengandalkan penjualan model mewah untuk menopang kinerja. Dampak dari keputusan ini sangat terasa bagi ratusan pekerja yang kehilangan mata pencarian, mencerminkan gejolak ekonomi global dan kebijakan proteksionisme yang mengganggu rantai pasokan dan pasar global. Bagi masyarakat luas, kasus Aston Martin ini menunjukkan bagaimana perusahaan-perusahaan besar, bahkan di sektor mewah, tidak luput dari dampak kebijakan makroekonomi dan perubahan pasar, yang pada akhirnya bisa berujung pada pengurangan lapangan kerja dan ketidakpastian ekonomi. Ini juga menjadi indikasi bahwa sektor otomotif global masih menghadapi tantangan berat, meskipun ada upaya adaptasi melalui produk-produk premium.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.