Wamenbud Giring Ganesha Ajak Profesional Muda: Integrasikan Budaya, Kuatkan Daya Saing Bangsa
Jakarta - Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha Djumaryo, baru-baru ini menyerukan kepada generasi muda, khususnya para profesional yang tergabung dalam Beyond Professional (Bepro), untuk lebih aktif mengintegrasikan nilai-nilai budaya dalam setiap kegiatan mereka. Ajakan ini disampaikan sebagai upaya krusial untuk memperkuat identitas dan meningkatkan daya saing nasional di kancah global.
Dalam sebuah sambutan di Jakarta, Giring menegaskan pentingnya peran budaya. Ia mengingatkan agar nilai-nilai budaya senantiasa diintegrasikan dalam setiap aktivitas yang dilakukan para profesional. Menurutnya, kebudayaan memiliki potensi besar sebagai instrumen diplomasi lunak, sehingga generasi muda diharapkan dapat berperan aktif sebagai kolaborator pemerintah dalam membangkitkan kebanggaan nasional melalui budaya.
Giring memberikan beberapa contoh sukses yang menunjukkan bagaimana budaya Indonesia mampu bersinar di tingkat global. Ia menyebut grup pop perempuan No Na yang berhasil mempromosikan Indonesia melalui karya musik mereka. Selain itu, animasi "Jumbo" yang populer di platform Netflix juga menjadi bukti produk kreatif beridentitas Indonesia yang mendunia. Sutradara dan penulis skenario Joko Anwar turut menjadi inspirasi atas keberhasilannya menembus industri film internasional dengan karya-karyanya.
Melalui berbagai contoh tersebut, Giring mendorong para profesional muda untuk lebih melirik potensi ekonomi berbasis kebudayaan atau cultural economy. Ia juga membuka ruang kolaborasi yang luas untuk memajukan budaya. Giring menyebut potensi cultural economy di Indonesia masih sangat besar dan membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk komunitas profesional. Kementerian Kebudayaan, lanjut Giring, sangat membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak, menegaskan kesiapan kementerian untuk bekerja sama.
Lebih lanjut, Giring Ganesha juga mengungkapkan bahwa kementeriannya sedang menyiapkan strategi untuk menyisipkan nilai-nilai budaya dalam program sekolah rakyat yang tengah dikembangkan pemerintah. Ia berharap komunitas Bepro dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat pemajuan budaya nasional.
Pentingnya sektor budaya ini sebelumnya juga telah disuarakan oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Fadli Zon menegaskan bahwa sektor budaya berpotensi menjadi sektor strategis bagi pertumbuhan ekonomi dan kemitraan investasi. Menurutnya, investasi di sektor budaya merupakan investasi jangka panjang, mengingat budaya dan ekonomi kreatif Indonesia adalah salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi tercepat. Ia menambahkan, budaya berperan vital dalam membangun identitas bangsa, memperkuat diplomasi, serta menciptakan nilai tambah ekonomi, membuka lapangan kerja, dan mendorong inovasi lintas sektor.
Secara keseluruhan, ajakan Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha kepada generasi muda dan profesional untuk mengintegrasikan nilai budaya dalam setiap kegiatan, didukung oleh pandangan Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengenai potensi strategis sektor budaya, menandai sebuah dorongan kuat untuk menempatkan budaya sebagai fondasi penting bagi kemajuan bangsa. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan memperkuat identitas nasional dan diplomasi lunak Indonesia di mata dunia, tetapi juga membuka peluang besar dalam pengembangan ekonomi kreatif dan penciptaan lapangan kerja baru. Bagi masyarakat, langkah ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa bangga terhadap kekayaan budaya bangsa, sekaligus mendorong inovasi yang berbasis pada kearifan lokal, yang pada akhirnya akan meningkatkan daya saing dan kesejahteraan secara holistik.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.