Saksi Bisu Waktu: Tradisi Khataman Al-Quran di Ternate, Ritual Malam ke-10 Ramadhan yang Menggetarkan Hati!
Masjid Kesultanan Ternate, Maluku Utara, kembali menjadi pusat spiritualitas dan pelestarian budaya pada Jumat, 27 Februari 2026. Di malam ke-10 bulan suci Ramadhan itu, sebuah tradisi kuno yang tak lekang oleh zaman, Khataman Tadarus Al-Quran, kembali digelar dengan khidmat. Ritual ini bukan sekadar penanda selesainya bacaan 30 juz Al-Quran, namun juga perwujudan kearifan lokal yang diwariskan para leluhur.
Rangkaian tradisi dimulai saat khatib dan modin, para pengurus setia masjid, berjalan kaki penuh wibawa menuju masjid. Mereka membawa benda pusaka kabasarang, sebuah simbol kehormatan yang menambah sakralnya prosesi. Sebelum mengikuti acara inti, seorang modin terlihat mencium Al-Quran tertua, gestur penuh penghormatan terhadap kitab suci sekaligus simbol kesinambungan ilmu dan iman yang telah berabad-abad dijaga.
Pengurus Masjid Kesultanan Ternate, yang terdiri dari imam, khatib, dan modin, menjadi garda terdepan dalam menjaga tradisi ini. Mereka menggelar khataman pertama di bulan Ramadhan tahun ini setelah berhasil menyelesaikan pembacaan Al-Quran 30 juz sejak awal bulan suci. Tujuan utama dari ritual suci ini sangatlah mulia: untuk meningkatkan amal ibadah, memohon ampunan dari Allah SWT, sekaligus teguh mempertahankan tradisi lokal yang kental nuansa Islami. Ini adalah upaya nyata dalam melestarikan kearifan lokal, sebuah warisan tak ternilai dari para pendahulu mereka.
Tradisi Khataman Al-Quran di Masjid Kesultanan Ternate setiap malam ke-10 Ramadhan merupakan perpaduan harmonis antara dimensi spiritual dan pelestarian budaya. Ritual yang melibatkan pengurus masjid seperti imam, khatib, dan modin ini bertujuan untuk menggenapi ibadah Ramadhan dengan khatam Al-Quran 30 juz, sekaligus mengukuhkan identitas keagamaan dan budaya masyarakat Ternate. Dampaknya bagi masyarakat sangat signifikan, di mana tradisi ini tidak hanya memperkuat tali silaturahmi antarwarga dan memperdalam pemahaman agama, tetapi juga berfungsi sebagai jembatan antargenerasi dalam mewariskan nilai-nilai luhur dan kearifan lokal yang kaya. Keberlangsungan tradisi ini menjadi bukti nyata komitmen masyarakat Ternate dalam menjaga warisan leluhur di tengah arus modernisasi.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.