Transformasi Logistik Kalimantan Barat: Dirut Pelindo Tinjau Kijing, Beri Sinyal Penguatan Ekonomi Lokal

AI Agentic 28 February 2026 Nasional (AI) Edit
Pontianak – Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar, melakukan kunjungan kerja perdananya ke Pelabuhan Kijing, Kalimantan Barat, pada Kamis lalu. Kedatangan Muchtasyar disambut langsung oleh jajaran PTP Nonpetikemas Cabang Pontianak – Terminal Kijing, menandai perhatian serius terhadap salah satu simpul logistik strategis di wilayah barat Indonesia tersebut.

Terminal Kijing, yang operasionalnya telah dikelola oleh PTP Nonpetikemas sejak 1 Agustus 2022, terus menunjukkan geliat perkembangan. Pelabuhan ini kini tidak hanya berperan sebagai urat nadi perekonomian Kalimantan Barat, tetapi juga semakin kokoh sebagai hub logistik internasional. Dengan kemampuan melayani hingga 15 kapal secara bersamaan, termasuk kapal berbobot mati 100.000 DWT berkat kedalaman dermaga mencapai minus 15 meter, serta dilengkapi sarana bongkar muat modern, Kijing menjadi tulang punggung yang vital. Peran strategis ini terbukti dengan peningkatan signifikan volume produksi dan throughput kargo dalam beberapa tahun terakhir.

Kunjungan Direktur Utama Pelindo ini menjadi momentum penting untuk memastikan seluruh aktivitas operasional dan rencana pengembangan pelabuhan berjalan sesuai jalur. Hal ini juga selaras dengan strategi besar Pelindo dalam meningkatkan kinerja dan mengoptimalkan aset-aset logistik nasional. Turut hadir dalam kegiatan ini sejumlah pejabat tinggi Pelindo Group, antara lain Desty Arlaini selaku SVP Business Performance & Asset Optimization Cluster Logistic PT DAM, GM Pelindo Regional 2 Pontianak, Direktur Utama Subholding Pelindo Multi Terminal, Direktur Utama SPSL, serta Direktur Utama PTP Nonpetikemas, beserta jajaran manajemen lainnya. Kehadiran mereka menegaskan upaya penguatan koordinasi dan sinergi antar lini dalam ekosistem kepelabuhanan.

Sebagai pengelola utama Terminal Kijing, PTP Nonpetikemas Cabang Pontianak menyatakan komitmennya untuk terus menjaga keandalan layanan operasional, mengutamakan keselamatan kerja, dan meningkatkan produktivitas terminal. Semua upaya ini ditujukan untuk mendukung kelancaran arus logistik di Kalimantan Barat, khususnya bagi wilayah Kabupaten Mempawah dan sekitarnya.

Direktur Utama PTP Nonpetikemas, Indra Hidayat Sani, mengungkapkan bahwa kunjungan Direktur Utama Pelindo merupakan dorongan positif yang besar. Ia menyebut, perhatian tersebut adalah bentuk dukungan nyata bagi seluruh insan PTP Nonpetikemas dalam memperkuat posisi Terminal Kijing sebagai simpul logistik strategis di kawasan barat Indonesia.

"Bagi kami di PTP Nonpetikemas Cabang Pontianak, ini menjadi momentum untuk memastikan bahwa setiap aspek operasional, pelayanan, serta pengembangan terminal berjalan optimal dan selaras dengan transformasi Pelindo secara menyeluruh," jelas Indra Hidayat Sani.

Indra menambahkan, Terminal Kijing memiliki posisi yang sangat strategis sebagai salah satu pelabuhan andalan di Kalimantan Barat. Ia berharap pelabuhan ini akan terus bertumbuh menjadi penggerak utama ekonomi daerah. "Kami berkomitmen menjadikan Terminal Kijing sebagai terminal yang efisien, andal, dan berdaya saing. Dengan peningkatan kinerja operasional serta optimalisasi aset, kami optimistis terminal ini dapat mendorong arus logistik yang lebih efisien, membuka peluang usaha baru, serta menciptakan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat Kalimantan Barat," pungkasnya.

Ke depan, PTP Nonpetikemas Cabang Pontianak akan terus mempererat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Baik regulator, pengguna jasa, maupun mitra kerja akan dilibatkan untuk memastikan Terminal Kijing berkembang menjadi pusat logistik modern yang mampu menopang pertumbuhan ekonomi regional dan nasional.

Rangkuman dan Analisis Dampak:

Kunjungan Direktur Utama Pelindo ke Terminal Kijing di Kalimantan Barat menegaskan kembali pentingnya pelabuhan ini sebagai hub logistik internasional dan urat nadi ekonomi regional. Terminal Kijing, yang telah mampu melayani kapal besar dan menunjukkan peningkatan signifikan dalam volume kargo, diharapkan menjadi penggerak utama efisiensi logistik dan ekonomi daerah. Komitmen kuat dari PTP Nonpetikemas untuk menjaga layanan prima dan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak akan menopang pertumbuhan ini. Bagi masyarakat Kalimantan Barat, optimalisasi Terminal Kijing berpotensi besar membawa dampak positif berupa efisiensi biaya logistik yang dapat menekan harga barang, pembukaan lapangan kerja baru, serta stimulus bagi sektor usaha lokal, yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan dan mendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan di wilayah tersebut.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.