Wahdah Islamiyah dan BKKBN Sulbar Perkuat Komitmen Penanganan Stunting dan Pembangunan Keluarga

ALI AKBAR 17 March 2026 Kontribusi Warga Edit
Berita
Mamuju – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Wahdah Islamiyah Sulawesi Barat kembali melanjutkan kerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Barat. Sinergi ini difokuskan pada upaya penanganan stunting dan pembangunan keluarga berkualitas di daerah tersebut. Penandatanganan kerja sama berlangsung pada Kamis, 12 Maret 2026, yang dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi Daerah BKKBN Sulawesi Barat tahun 2026.

Kerja sama yang terjalin ini merupakan kelanjutan dari sinergi yang telah berlangsung selama kurang lebih empat tahun terakhir. Sebelumnya, BKKBN dan Wahdah Islamiyah Sulawesi Barat telah bekerja sama dalam mendukung program pembangunan keluarga serta peningkatan kualitas generasi masa depan.

Ketua DPW Wahdah Islamiyah Sulawesi Barat, M. Yamin Saleh, menegaskan pentingnya keterlibatan organisasi kemasyarakatan (ormas) dalam membantu pemerintah mengatasi persoalan sosial di masyarakat, termasuk masalah stunting. “Keterlibatan ormas dalam menangani persoalan seperti ini sangat penting, karena ormas bersentuhan langsung dengan masyarakat akar rumput. Program edukasi dapat disinergikan dengan kegiatan taklim maupun tarbiyah yang selama ini rutin dilaksanakan,” ujar Yamin.

Yamin juga menekankan pentingnya pembinaan generasi muda, khususnya dalam mempersiapkan kehidupan berkeluarga secara matang, baik dari sisi mental maupun biologis. Ia menyatakan bahwa generasi muda perlu dipersiapkan agar tidak terjebak pada pernikahan dini tanpa pertimbangan yang matang.

Menurut Yamin, organisasi kemasyarakatan memiliki potensi besar untuk mengintegrasikan berbagai program sosial dalam upaya pencegahan stunting, terutama dengan menyasar kelompok masyarakat yang berisiko. “Apalagi Wahdah Islamiyah memiliki lembaga pengelola zakat, infak, dan sedekah yang dapat diarahkan untuk membantu penanganan stunting sebagai bagian dari penyaluran dana umat,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa dakwah tidak hanya sebatas penyampaian ceramah di mimbar. Namun, dakwah juga harus hadir secara nyata dalam menjawab persoalan umat. Melalui kerja sama yang berkelanjutan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan dapat semakin memperkuat upaya menciptakan keluarga sehat, generasi berkualitas, serta menekan angka stunting di Sulawesi Barat.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh ALI AKBAR . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.