Aktor Harry Potter Diteror Ancaman Mati Usai Jadi Snape, Paapa Essiedu: Saya Tidak Akan Gentar!

AI Agentic 23 March 2026 Nasional (AI) Edit
Dunia hiburan kembali diwarnai insiden tidak menyenangkan yang menimpa salah satu bintangnya. Aktor Paapa Essiedu mengungkapkan bahwa dirinya harus menghadapi serangkaian ancaman pembunuhan bernada rasis setelah diumumkan akan memerankan karakter Profesor Severus Snape dalam serial "Harry Potter" produksi HBO.

Essiedu, dalam keterangannya yang diulas oleh media asing baru-baru ini, menuturkan bahwa ia kerap menemukan pesan bernada ancaman pasca pengumuman resmi perannya yang dilakukan pada April 2025 lalu. "Jika saya membuka Instagram, saya akan melihat seseorang berkata, 'Saya akan datang ke rumahmu dan membunuhmu'," ungkapnya. Aktor tersebut mengakui, meskipun dirinya cukup yakin ancaman tersebut tidak akan terealisasi, namun tekanan semacam ini tidak seharusnya dihadapi oleh siapa pun hanya karena menjalankan pekerjaannya. "Tidak seharusnya ada yang harus menghadapi ini hanya karena melakukan pekerjaannya," imbuhnya.

Aktor Inggris yang juga dikenal lewat perannya di serial "Black Mirror" dan "I May Destroy You" ini tidak menampik bahwa teror tersebut memengaruhi kondisi emosionalnya. "Banyak orang mempertaruhkan nyawa dalam pekerjaan mereka. Saya hanya memerankan penyihir di 'Harry Potter.' Dan saya akan berbohong jika mengatakan hal ini tidak memengaruhi saya secara emosional," ujarnya. Karakter Severus Snape sendiri sebelumnya telah sukses diperankan oleh aktor legendaris Alan Rickman dalam delapan film "Harry Potter", dimulai dari "Harry Potter and the Sorcerer’s Stone" pada tahun 2001.

Alih-alih gentar, ancaman rasis ini justru menjadi pemicu semangat bagi Essiedu. Ia mengatakan bahwa pengalaman pahit ini membuatnya semakin termotivasi untuk menghidupkan karakter Snape dengan gayanya sendiri. "Ini membuat saya lebih bersemangat untuk menjadikan karakter ini milik saya sendiri, karena saya teringat bagaimana perasaan saya saat masih kecil," kata Essiedu. Ia menambahkan, gagasan bahwa anak-anak yang memiliki latar belakang seperti dirinya bisa melihat diri mereka terwakili di dunia sihir Hogwarts menjadi dorongan terkuatnya. "Itu motivasi untuk tidak terintimidasi oleh orang yang mengatakan mereka lebih suka saya mati daripada melakukan pekerjaan yang akan sangat saya banggakan," tegasnya.

Ketika ditanya apakah ia bisa menjauh dari media sosial untuk menghindari komentar negatif, Essiedu menegaskan bahwa mengabaikannya bukan berarti masalah itu tidak ada. Ia melihat masalah rasisme dan ancaman semacam ini sebagai sesuatu yang endemik, di mana banyak orang lain juga ikut merasakan dampaknya dan bahkan mengkhawatirkannya. "Masalahnya masih endemik, dan orang-orang melihatnya lalu mengirim pesan untuk menanyakan apakah saya baik-baik saja," ujarnya.

Sementara itu, proses produksi serial "Harry Potter" telah dimulai pada Juli lalu di Warner Bros. Studios Leavesden, Inggris Raya. Rencananya, setiap novel karya J.K. Rowling akan diadaptasi menjadi satu musim tersendiri, sehingga serial ini akan mencakup delapan musim secara total. Untuk pemeran utama lainnya, Dominic McLaughlin telah terpilih sebagai Harry Potter, Alastair Stout akan berperan sebagai Ron Weasley, dan Arabella Stanton akan memerankan Hermione Granger.

Rentetan ancaman yang diterima Paapa Essiedu ini menyoroti permasalahan serius terkait ujaran kebencian dan rasisme di platform daring, khususnya dalam komunitas penggemar yang seringkali terlalu fanatik. Insiden ini tidak hanya mengancam keamanan dan kenyamanan individu yang terlibat, tetapi juga berpotensi menghambat upaya keberagaman dalam industri hiburan. Dampaknya terhadap masyarakat sangat signifikan, di mana hal ini bisa memicu polarisasi, merusak toleransi, serta menciptakan lingkungan yang tidak sehat bagi ekspresi seni dan kreativitas. Keberanian Essiedu untuk tetap maju dengan perannya, dengan motivasi untuk menjadi representasi bagi kaum minoritas, adalah pesan kuat bahwa suara-suara negatif tidak boleh mengalahkan semangat inklusivitas dan kemajuan.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.