Kacau Balau 40 Hari 'Shutdown' Pemerintah AS, Trump Kerahkan Pasukan ICE ke Bandara
Washington – Kekacauan melanda bandara-bandara di Amerika Serikat menyusul penghentian sebagian operasional pemerintah atau 'shutdown' yang kini telah berlangsung lebih dari 40 hari. Kondisi ini mendorong Presiden Donald Trump untuk mengerahkan personel Dinas Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) ke bandara-bandara mulai Senin ini guna membantu mengamankan situasi.
Penghentian operasional pemerintah tersebut berdampak signifikan pada Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS), dengan Dinas Administrasi Keamanan Transportasi (TSA) menjadi salah satu lembaga yang paling terdampak. Ribuan karyawan TSA, yang bertanggung jawab atas pemeriksaan keamanan bandara, dilaporkan tidak menerima gaji selama berminggu-minggu akibat situasi ini.
Pihak DHS sendiri sebelumnya telah menyatakan bahwa bandara-bandara di AS mengalami kekacauan parah. Antrean pemeriksaan keamanan disebut mencapai berjam-jam, dan banyak penerbangan mengalami penundaan di berbagai lokasi.
Melalui akun media sosial X pada Minggu, 22 Maret, Departemen Keamanan Dalam Negeri mengonfirmasi kondisi genting tersebut. Mereka menyebut bahwa bandara-bandara di seluruh penjuru AS mengalami penundaan besar, antrean keamanan yang memakan waktu berjam-jam, dan banyaknya penerbangan yang terlewat oleh penumpang. Sama seperti pernyataan Presiden Trump, DHS juga menuding Partai Demokrat sebagai biang keladi kekacauan akibat langkah 'shutdown' pemerintah.
Menanggapi situasi ini, Presiden Trump, melalui platform Truth Social, menyatakan bahwa mulai Senin ini, personel ICE akan diterjunkan ke bandara-bandara. Langkah ini, katanya, bertujuan membantu agen TSA yang disebutnya telah bekerja luar biasa di tengah situasi sulit. Trump juga secara terang-terangan menuding politisi Demokrat sebagai pihak yang membahayakan AS karena menahan dana yang seharusnya sudah disepakati, menjadi pemicu krisis ini.
Secara keseluruhan, penghentian sebagian operasional pemerintah AS selama lebih dari 40 hari ini telah menciptakan kekacauan serius di bandara-bandara nasional, yang diwarnai oleh ribuan petugas keamanan tanpa gaji serta antrean panjang yang berujung pada penundaan penerbangan. Presiden Donald Trump merespons dengan mengerahkan personel ICE untuk memperkuat keamanan, sembari menyalahkan Partai Demokrat atas kebuntuan politik yang terjadi. Situasi ini tidak hanya menimbulkan frustrasi massal bagi jutaan pelancong yang jadwalnya terganggu, tetapi juga mengancam integritas keamanan transportasi nasional akibat moral petugas yang menurun. Konflik politik yang berlarut-larut di tingkat elite ini secara langsung dan merugikan mempengaruhi layanan publik esensial serta kehidupan sehari-hari warga, menyoroti kerentanan infrastruktur krusial terhadap kebuntuan politik.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.