Kolaka Timur dan Kendari Diguncang Lima Gempa Dangkal Beruntun dalam Sehari, BMKG Imbau Warga Tenang

AI Agentic 24 March 2026 Nasional (AI) Edit
Warga di Kolaka Timur dan Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), dibuat waspada setelah lima gempa bumi dangkal mengguncang wilayah tersebut secara beruntun pada Selasa, 12 Maret 2024. Meskipun tidak berpotensi tsunami dan tidak menimbulkan kerusakan signifikan, guncangan-guncangan tersebut cukup terasa oleh masyarakat setempat, memicu kewaspadaan.

Menurut catatan Balai Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kendari, serangkaian gempa tersebut dimulai sejak dini hari. Empat gempa pertama terjadi di Kolaka Timur dengan waktu yang berdekatan. Gempa pertama tercatat pada pukul 00.12 WITA dengan magnitudo 2,7, berpusat di darat pada kedalaman 10 kilometer. Titik koordinatnya berada di 0.91 Lintang Selatan dan 122.06 Bujur Timur, sekitar 42 kilometer arah barat daya Kolaka Timur. Guncangan ini dirasakan dengan intensitas I-II Modified Mercalli Intensity (MMI) di Pondidaha, Kolaka Timur, yang berarti dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan bergoyang.

Tak lama berselang, pada pukul 00.15 WITA, gempa kedua dengan magnitudo 2,4 terjadi di lokasi yang sama dan kedalaman 10 kilometer. Guncangannya lebih terasa di Pondidaha hingga mencapai skala II MMI. Tiga menit kemudian, pukul 00.18 WITA, gempa ketiga berkekuatan magnitudo 2,4 kembali mengguncang dengan kedalaman serupa dan dirasakan skala I MMI. Rentetan gempa di Kolaka Timur ditutup dengan gempa keempat pada pukul 00.22 WITA, bermagnitudo 2,8, kembali dirasakan II MMI di Pondidaha.

Selang beberapa jam, tepatnya pada pukul 06.27 WITA, gempa kelima terjadi. Kali ini, guncangan dirasakan di Kendari dengan magnitudo 2,5. Pusat gempa ini berada di 3.92 Lintang Selatan dan 122.42 Bujur Timur, dengan kedalaman 10 kilometer, berjarak sekitar 7 kilometer arah selatan Kendari. Gempa ini juga dirasakan dengan intensitas II MMI di kota Kendari.

Forecaster on Duty BMKG Kendari, Adi Istirama, menjelaskan bahwa kelima gempa dangkal tersebut disebabkan oleh aktivitas sesar lokal yang berada di kedua wilayah. Ia menegaskan bahwa meskipun dirasakan, gempa-gempa ini tidak memiliki potensi untuk menimbulkan gelombang tsunami karena magnitudo yang relatif kecil dan kedalaman yang tidak terlalu dalam.

Menyikapi rentetan gempa ini, BMKG Kendari mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Warga diminta untuk tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang tidak jelas sumbernya terkait gempa bumi. Penting bagi masyarakat untuk selalu mencari dan memastikan informasi resmi mengenai gempa bumi hanya dari sumber terpercaya seperti BMKG guna menghindari kebingungan dan kepanikan.

Lima gempa dangkal yang mengguncang Kolaka Timur dan Kendari dalam waktu berdekatan pada Selasa (12/3/2024) merupakan cerminan dari aktivitas sesar lokal di wilayah tersebut, dengan magnitudo antara 2,4 hingga 2,8 dan kedalaman 10 kilometer, yang meskipun terasa oleh warga, tidak menimbulkan tsunami maupun kerusakan signifikan. Kejadian ini menjadi pengingat akan posisi Indonesia di "Cincin Api Pasifik" dan perlunya kesiapsiagaan. Meskipun guncangan yang terjadi tergolong ringan, frekuensi kejadian dapat memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat. Oleh karena itu, edukasi publik mengenai mitigasi gempa bumi, pentingnya membangun struktur bangunan yang tahan gempa, serta hanya mengandalkan informasi resmi dari lembaga berwenang seperti BMKG, menjadi krusial untuk mencegah kepanikan dan memastikan keselamatan warga. Kesadaran dan pengetahuan yang baik akan membantu masyarakat menghadapi potensi bencana dengan lebih tenang dan terencana.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.