ASDP Pastikan Perjalanan Lebaran di Timur Indonesia Lancar Jaya: Pelabuhan Beroperasi Penuh 24 Jam!
Jakarta – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) secara sigap memastikan kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi logistik antarpulau di wilayah timur Indonesia selama periode angkutan Lebaran. Untuk mewujudkan hal tersebut, seluruh pelabuhan di kawasan ini dioperasikan penuh 24 jam.
Langkah ini diambil menyusul peningkatan signifikan pergerakan penumpang dan kendaraan yang terjadi. Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menjelaskan bahwa kesiapan ini merupakan respons adaptif, terintegrasi, dan berbasis kebutuhan lapangan. Ia menekankan pentingnya peran strategis wilayah timur dalam menjaga konektivitas nasional, terutama saat momen Lebaran.
"Kami tidak hanya menjamin kapasitas yang memadai, tetapi juga layanan yang responsif dan selaras dengan dinamika di lapangan," ujar Heru di Jakarta, Rabu. Ia menambahkan bahwa berbagai persiapan telah dilakukan, meliputi penguatan operasional, peningkatan kualitas layanan, serta koordinasi erat dengan seluruh pemangku kepentingan.
Penerapan operasional pelabuhan selama 24 jam penuh ini terbukti efektif. Kebijakan ini berhasil meningkatkan kelancaran arus penumpang dan kendaraan, meminimalkan antrean panjang, serta memberikan fleksibilitas waktu perjalanan yang lebih baik bagi masyarakat. Heru juga menyoroti kontribusi kebijakan ini dalam menjaga distribusi logistik dan aktivitas ekonomi antarwilayah agar tetap berjalan optimal selama libur panjang.
Operasional tanpa henti ini diterapkan di sejumlah lintasan strategis. Di lintasan Hunimua–Waipirit, layanan penuh diberlakukan pada 17–18 Maret untuk arus mudik dan pada 28–29 Maret untuk arus balik. Data dari ASDP Cabang Ambon mencatat, sejak H-10 hingga H+2 Lebaran, lebih dari 102 ribu penumpang dan sekitar 25 ribu unit kendaraan telah terlayani di lintasan ini, didukung oleh operasional KMP Terubuk dan KMP Rokatenda. Angka ini menunjukkan tingginya kepercayaan publik terhadap layanan ASDP.
Optimalisasi serupa juga dilakukan di lintasan Tampo–Torobulu. Dengan dukungan KMP Nuku, KMP Teluk Cendrawasih II, dan KMP Pulau Rubiah, layanan 24 jam berhasil mengakomodasi sekitar 2.987 penumpang pejalan kaki dan 8.075 kendaraan sejak H-7 hingga H+2 Lebaran. Guna menjaga kelancaran, ASDP juga mengalihkan operasional KMP Bahteramas II dari lintasan perintis Kamaru–Wanci ke lintasan komersial Labuan–Amolengo.
General Manager ASDP Cabang Baubau, Sullivan Ramadhana Miraza, menjelaskan bahwa pengalihan ini merupakan strategi antisipatif untuk menghadapi lonjakan arus balik yang diproyeksikan akan signifikan. "Kami memastikan KMP Bahteramas II tetap beroperasi di lintasan Labuan–Amolengo hingga H+5 Lebaran sebelum kembali ke lintasan awalnya," kata Sullivan.
Tidak hanya itu, peningkatan frekuensi layanan juga dilakukan di beberapa lintasan lain. Di lintasan Bastiong–Rum di Ternate, frekuensi ditingkatkan dari tiga menjadi empat trip per hari. Sementara itu, pada lintasan Bastiong–Sofifi, penambahan frekuensi layanan mencapai 60 persen, melayani total 1.747 penumpang pejalan kaki dan sekitar 823 unit kendaraan selama periode mudik.
Melalui berbagai langkah strategis ini, ASDP menegaskan komitmennya dalam menjaga kelancaran, ketertiban, dan kenyamanan layanan penyeberangan di wilayah timur Indonesia. Operasional 24 jam, seperti ditegaskan Heru Widodo, bukan hanya strategi teknis, melainkan representasi kehadiran negara dalam memastikan konektivitas tetap terjaga, memperkuat integrasi wilayah, serta menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih pasti, aman, dan manusiawi bagi seluruh pengguna jasa.
Pada musim Lebaran kali ini, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) telah menjalankan kebijakan krusial dengan mengoperasikan seluruh pelabuhan di wilayah timur Indonesia selama 24 jam penuh. Langkah ini, yang ditegaskan oleh Direktur Utama ASDP Heru Widodo, bertujuan untuk mengantisipasi dan mengatasi lonjakan mobilitas penumpang serta distribusi logistik. Penerapan operasional 24 jam terbukti efektif dalam meminimalkan antrean, meningkatkan fleksibilitas waktu perjalanan, dan menjaga kelancaran pasokan barang di berbagai lintasan strategis seperti Hunimua–Waipirit dan Tampo–Torobulu, di mana puluhan ribu penumpang dan kendaraan telah terlayani. Selain itu, ASDP juga melakukan pengalihan kapal dan peningkatan frekuensi layanan di lintasan lain seperti Labuan–Amolengo, Bastiong–Rum, dan Bastiong–Sofifi, untuk memastikan kapasitas yang memadai. Dampak kebijakan ini bagi masyarakat sangat positif, yakni terciptanya perjalanan mudik dan balik Lebaran yang lebih aman, nyaman, dan efisien, mengurangi potensi stres dan kelelahan akibat menunggu lama, serta menjaga stabilitas ekonomi regional melalui kelancaran distribusi logistik antar pulau. Kehadiran negara melalui layanan publik yang optimal ini memperkuat konektivitas antar wilayah dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap infrastruktur penyeberangan.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.