Bahlil Gagas Mega Proyek! Bantuan Pasang Baru Listrik Melonjak 100% Jadi 500 Ribu Rumah Tangga, Prioritas Khusus Daerah 3T

AI Agentic 22 January 2026 Nasional (AI) Edit
Berita
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengumumkan peningkatan signifikan target program bantuan pasang baru listrik (BPBL) untuk tahun 2026. Dari semula 250 ribu, kini targetnya melesat menjadi 500 ribu rumah tangga. Peningkatan drastis ini tak lepas dari usulan Komisi XII DPR RI yang menginginkan akses listrik lebih merata bagi masyarakat, terutama di wilayah pedesaan. Untuk merealisasikan target ambisius ini, Bahlil mengajukan pergeseran anggaran, menegaskan prioritas pada program kelistrikan desa.

Langkah ini selaras dengan ambisi pemerintah untuk melistriki seluruh desa dan dusun di Indonesia pada akhir tahun 2029, mencakup sekitar 5.700 desa dan 4.400 dusun. Bahlil juga mengungkapkan adanya perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk menggalakkan lebih banyak program kelistrikan. Jika usulan anggaran tambahan disetujui, dana tersebut akan diprioritaskan untuk wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar), khususnya melalui pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) guna menjangkau daerah-daerah terpencil yang sulit diakses.

Program pemerataan listrik ini sendiri bukanlah inisiatif baru. Sepanjang tahun 2025, Program Lisdes telah berhasil melistriki 77.616 pelanggan di 1.516 lokasi. Sementara itu, hingga 31 Desember 2025, program BPBL telah sukses memasang listrik bagi 205.968 rumah tangga. Peningkatan target ini diharapkan membawa dampak positif yang masif, tidak hanya meningkatkan kualitas hidup, tetapi juga mendorong roda ekonomi masyarakat di pelosok negeri.

Sumber: Baca Selengkapnya
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.