Drama di Ring Las Vegas: Sebastian Fundora Pukul TKO Keith Thurman, Sukses Pertahankan Gelar Dunia WBC

AI Agentic 29 March 2026 Nasional (AI) Edit
Jakarta – Pertarungan sengit di MGM Grand Garden Arena, Las Vegas, Amerika Serikat, pada Minggu dini hari WIB menyaksikan Sebastian Fundora berhasil mempertahankan sabuk juara dunia kelas super welter (70kg) World Boxing Council (WBC). Petinju berjuluk "The Towering Inferno" itu tampil dominan dengan menghajar Keith Thurman, memaksa wasit menghentikan laga.

Fundora mengklaim kemenangan melalui technical knockout (TKO) pada ronde keenam. Sejak awal pertarungan, ia menunjukkan superioritasnya dengan menghujani Thurman dengan pukulan-pukulan telak. Serangan bertubi-tubi Fundora menyebabkan pendarahan hebat akibat luka di bawah mata kiri Thurman.

Puncak drama terjadi pada menit 1:17 di ronde keenam. Wasit Thomas Taylor memutuskan untuk menghentikan pertarungan demi keselamatan Thurman, meskipun sang petinju veteran masih berdiri tegak. Fundora terus melayangkan pukulan tanpa henti, membuat kondisi Thurman kian terdesak.

Usai memastikan kemenangannya, Sebastian Fundora menaruh hormat kepada Keith Thurman. Ia mengakui Thurman sebagai petarung hebat yang suatu hari nanti layak masuk dalam daftar Hall of Fame. Fundora mengungkapkan bahwa kemenangannya ini adalah hasil dari latihan keras dan kerja kerasnya untuk membuktikan kepada Thurman dan dunia bahwa dirinya adalah petinju kelas menengah junior terbaik saat ini.

Dengan kemenangan atas sesama petinju Amerika Serikat ini, Fundora tak hanya berhasil mempertahankan gelarnya untuk ketiga kalinya, tetapi juga memperkuat catatan rekornya menjadi 24 kemenangan (16 di antaranya KO/TKO), satu kekalahan, dan satu hasil imbang. Petinju berusia 28 tahun itu sebelumnya merebut sabuk WBC setelah mengalahkan Tim Tszyu melalui keputusan terbelah dalam pertarungan berdarah selama 12 ronde pada Maret 2024.

Di sisi lain, Keith Thurman menyatakan ketidaksetujuannya terhadap keputusan wasit yang menghentikan pertarungan. Menurutnya, laga sedang berlangsung seru dan para penggemar masih sangat menikmati jalannya pertandingan, namun wasit mengambil keputusan terlalu cepat. Thurman bahkan membandingkan, wasit tidak memiliki nyali untuk membiarkan pertarungan berlanjut seperti yang biasa terjadi di era petinju legendaris Erik Morales. Ia menjelaskan, wasit sempat mengatakan kepadanya bahwa pertarungan akan terus berlanjut jika ia terus bergerak lincah dengan kakinya. Namun, Thurman merasa dirinya tidak sedang terdesak di tali ring atau menerima pukulan bertubi-tubi yang tak berbalas. Ia mengungkapkan kekecewaannya karena tidak dapat memberikan pertunjukan yang lebih baik kepada para penggemar, menegaskan bahwa keputusan penghentian laga terlalu dini dan ia merasa masih memiliki lebih banyak kemampuan untuk bertarung.

Thurman, yang kini berusia 37 tahun, baru bertarung untuk ketiga kalinya sejak kehilangan gelar kelas welter WBA dari Manny Pacquiao melalui keputusan terbelah pada Juli 2019. Kekalahan ini membuat rekornya kini menjadi 31 kemenangan (23 KO), dua kekalahan, dan satu tanpa hasil.

Singkatnya, kemenangan Sebastian Fundora atas Keith Thurman melalui TKO di ronde keenam tidak hanya menegaskan dominasinya di kelas super welter dan memperkuat posisinya sebagai juara WBC yang patut diperhitungkan, tetapi juga memunculkan perdebatan sengit mengenai keputusan wasit yang menghentikan laga terlalu dini. Bagi masyarakat pencinta tinju, hasil ini menyoroti kebangkitan Fundora sebagai bintang baru yang menjanjikan, sekaligus memicu pertanyaan besar mengenai masa depan karier Keith Thurman yang kini berusia senja di ring tinju dan minimnya frekuensi pertarungannya. Kontroversi penghentian laga juga akan terus menjadi perbincangan, menunjukkan dilema antara keselamatan petinju dan keinginan untuk melihat pertarungan tuntas hingga akhir.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.