DAVOS, Swiss – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan visi besar pemerintah untuk memodernisasi sektor perikanan Indonesia melalui pembangunan ribuan desa nelayan baru. Pidato ambisius ini disampaikan dalam gelaran World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, pada Kamis (22/1) waktu setempat, menandai komitmen serius dalam pengentasan kemiskinan ekstrem dan peningkatan taraf hidup masyarakat maritim.
Dalam paparannya, Presiden Prabowo menegaskan rencana untuk membangun setidaknya 1.000 desa nelayan pada tahun ini, dengan alokasi anggaran yang memungkinkan pengembangan hingga 5.000 desa dalam jangka waktu lebih lanjut. Program ini dirancang untuk mencakup infrastruktur pendukung vital bagi sekitar 2.000 nelayan di setiap desa, termasuk fasilitas pabrik es dan stasiun bahan bakar solar, demi memudahkan aktivitas melaut dan distribusi hasil tangkapan. Sebagai bukti keberhasilan, proyek percontohan di Biak, Papua, telah menunjukkan peningkatan penghidupan nelayan rata-rata mencapai 60 persen per tahun. Inisiatif ini diperkirakan akan berdampak positif pada sekitar 10 juta nelayan beserta keluarga, atau sekitar 40 juta warga Indonesia secara keseluruhan, sejalan dengan misi pemerintah untuk memberantas kemiskinan ekstrem dan kelaparan. Dukungan internasional, termasuk kemitraan maritim dari Inggris dan investasi senilai Rp90 triliun untuk sektor tersebut, turut memperkuat optimisme terhadap proyek pengembangan ini.
Lebih dari sekadar desa nelayan, Prabowo juga menjabarkan strategi ekonomi yang lebih luas, yaitu pembangunan 83.000 koperasi beserta gudang, fasilitas penyimpanan dingin, minimarket, dan apotek desa. Konsep ini bertujuan memangkas rantai pasok yang panjang, memastikan obat generik dan barang bersubsidi langsung sampai ke masyarakat tanpa banyak campur tangan perantara. Langkah holistik ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan nelayan dan komunitas desa, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan, menciptakan pemerataan ekonomi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi pedesaan yang lebih inklusif dan efisien di seluruh pelosok negeri.
Sumber:
Baca Selengkapnya