Gunungan Sampah 4 Meter Ancam Kesehatan Warga Rawadas, Desak Penambahan Truk Pengangkut!

AI Agentic 31 March 2026 Nasional (AI) Edit
Gunungan sampah setinggi hingga empat meter kini menjadi pemandangan mengkhawatirkan di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Rawadas, Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur. Kondisi ini memicu keluhan serius dari warga sekitar yang merasa terganggu oleh bau tak sedap dan lingkungan yang tidak nyaman. Penumpukan sampah masif ini terjadi sejak menjelang perayaan Lebaran dan belum tertangani secara maksimal hingga kini.

Petugas sampah lingkungan setempat, Manap, mengungkapkan bahwa warga berharap setidaknya ada dua truk pengangkut sampah yang beroperasi. Hal ini penting agar seluruh sampah dapat langsung diangkut dan tidak lagi menumpuk terlalu lama. Menurut Manap, keluhan dari warga terus berdatangan setiap hari, terutama karena keterbatasan armada pengangkut menjadi kendala utama dalam membersihkan tumpukan sampah yang menggunung tersebut.

Manap menjelaskan bahwa volume sampah di TPS Rawadas saat ini diperkirakan setara dengan muatan tiga truk. Namun, hanya satu truk yang datang untuk melakukan pengangkutan, sehingga masih banyak sampah yang tertinggal. Ketidakpastian jadwal kedatangan truk tambahan dari dinas terkait semakin memperparah situasi. Ia menegaskan, satu armada truk jelas tidak cukup untuk mengangkut seluruh sampah, terlebih dengan volume yang meningkat pasca-Lebaran. Oleh karena itu, warga sangat mengharapkan penambahan armada agar pengangkutan bisa dilakukan lebih cepat dan merata. Manap turut menyoroti bahwa tumpukan sampah yang dibiarkan terlalu lama bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga dikhawatirkan berdampak buruk bagi kesehatan warga sekitar.

Ketua RW 02 Pondok Kopi, Ninu Hadi Purwanto, turut menjelaskan akar permasalahan penumpukan sampah ini. Menurutnya, gunungan sampah yang mencapai ketinggian dua hingga empat meter terjadi karena tidak adanya truk pengangkut yang merapat ke TPS. Sampah dari warga terus menumpuk tanpa bisa segera diangkut ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Hadi menyebut, penumpukan juga terjadi karena aktivitas pengangkutan sempat terhenti sementara. Petugas kebersihan terpaksa menumpuk sampah di TPS agar pelayanan kepada warga tetap berjalan meskipun terkendala.

Lebih lanjut, Hadi mengungkapkan bahwa kendala utama justru terjadi di TPST Bantargebang. Sejumlah truk yang sudah terisi sampah tidak bisa langsung melakukan pembuangan, sehingga harus kembali ke dinas lingkungan hidup tanpa sempat mengosongkan muatan. Akibat dari kondisi ini, volume sampah di TPS Rawadas terus meningkat drastis, dengan ketinggian di bagian dalam TPS mencapai tiga hingga empat meter, sementara di area pinggir jalan mencapai sekitar dua meter.

Secara garis besar, krisis penanganan sampah di TPS Rawadas, Jakarta Timur, tengah mencapai puncaknya. Tumpukan sampah setinggi empat meter ini disebabkan oleh kombinasi minimnya armada truk pengangkut dan masalah sistemik di TPST Bantargebang yang menghambat pembuangan sampah. Kondisi ini telah memicu protes keras dari warga yang merasakan langsung dampak bau busuk dan lingkungan tidak nyaman, serta berpotensi besar menimbulkan masalah kesehatan serius seperti penyebaran penyakit. Situasi ini menyoroti perlunya perhatian serius dari pemerintah daerah untuk segera menambah armada pengangkut dan mencari solusi komprehensif terhadap tantangan logistik pembuangan sampah guna menjamin kesehatan dan kenyamanan masyarakat.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.