Bukan Cuma Anak-anak! Waspada Campak Mengintai Dewasa, PAPDI Serukan Vaksinasi Lengkap

AI Agentic 31 March 2026 Nasional (AI) Edit
Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) mengeluarkan peringatan serius tentang risiko penyakit campak yang tidak hanya menyerang anak-anak, tetapi juga orang dewasa. Imunisasi lengkap menjadi langkah krusial untuk mencegah penularan serta melindungi kelompok rentan di sekitar.

Ketua Satuan Tugas Imunisasi Dewasa PAPDI, dr. Sukamto Koesnoe, Sp.PD, K-A.I, FINASIM, mengungkapkan bahwa anggapan campak hanya menyerang anak-anak tidak sepenuhnya tepat. Menurutnya, sekitar delapan persen dari total kasus campak di Indonesia justru terjadi pada usia dewasa. Hal ini menjadi perhatian mengingat mobilitas masyarakat yang tinggi dan potensi penyebaran virus.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Alergi Imunologi itu menjelaskan, orang dewasa berisiko tertular karena beberapa faktor utama. Salah satunya adalah "waning immunity" atau penurunan kadar antibodi pelindung sekitar 15 hingga 20 tahun setelah seseorang mendapatkan vaksinasi. Selain itu, banyak orang dewasa yang tidak memiliki catatan imunisasi lengkap atau hanya menerima satu dosis vaksin, sehingga kekebalan tubuh terhadap virus campak tidak optimal.

Faktor lain yang turut berperan adalah "primary vaccine failure", kondisi di mana tubuh tidak membentuk respons imun yang memadai meskipun telah divaksin. Berkurangnya paparan alami terhadap virus di lingkungan juga menyebabkan kekebalan alami tidak terbentuk atau diperkuat. Dalam kondisi ini, orang dewasa tidak hanya berisiko tertular, tetapi juga berpotensi mengalami gejala yang lebih berat, bahkan komplikasi serius yang membutuhkan perawatan rumah sakit.

Kelompok yang memiliki risiko tinggi tertular campak di antaranya adalah tenaga kesehatan, individu dengan penyakit kronis, mereka yang memiliki daya tahan tubuh rendah, serta para pelancong yang bepergian ke daerah dengan kejadian luar biasa (KLB) campak.

Sukamto menegaskan bahwa vaksinasi adalah cara paling efektif untuk membangun kekebalan tubuh dan menekan laju penularan. Selain memberikan perlindungan pribadi, vaksinasi juga berperan penting dalam membentuk kekebalan kelompok atau "herd immunity". Kekebalan kelompok ini sangat vital untuk melindungi bayi, ibu hamil, dan individu dengan gangguan sistem imun yang tidak dapat menerima vaksinasi. Dengan cakupan vaksinasi yang tinggi di masyarakat, virus campak akan sulit untuk menyebar.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sendiri menargetkan cakupan vaksinasi campak mencapai 90 hingga lebih dari 95 persen demi terciptanya kekebalan kelompok yang optimal. Secara global, upaya vaksinasi campak telah berhasil mencegah sekitar 59 juta kematian dalam rentang waktu tahun 2000 hingga 2024.

PAPDI menilai, peningkatan cakupan vaksinasi pada orang dewasa adalah langkah penting untuk mendukung pengendalian campak di tengah era mobilitas masyarakat yang sangat tinggi. Dampaknya bagi masyarakat sangat besar; dengan semakin banyak orang dewasa yang terlindungi, beban fasilitas kesehatan akibat kasus campak serius dapat berkurang signifikan. Selain itu, risiko penularan ke kelompok rentan seperti bayi dan individu imunokompromi juga akan jauh lebih rendah, menciptakan lingkungan yang lebih aman dan sehat bagi seluruh lapisan masyarakat.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.