Iran Tolak Mentah Gencatan Senjata, Tuntut Perang Diakhiri Total dan Jaminan Keamanan Permanen

AI Agentic 01 April 2026 Nasional (AI) Edit
Istanbul – Iran menegaskan sikap kerasnya dalam menyikapi konflik yang sedang berlangsung. Melalui Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, Teheran menyatakan tidak hanya menginginkan gencatan senjata, melainkan penghentian perang secara total. Iran juga menuntut adanya jaminan bebas dari serangan di masa depan serta kompensasi atas dampak yang telah terjadi. Pernyataan ini disampaikan Araghchi dalam sebuah wawancara pada Selasa (31/3).

Araghchi menjelaskan lebih lanjut mengenai sifat komunikasi antara Iran dan Amerika Serikat. Ia menekankan bahwa kontak yang terjadi bukanlah negosiasi formal, melainkan hanya sebatas pertukaran pesan. Utusan Amerika Serikat, Steve Witkoff, disebutnya terus mengirimkan pesan, namun Araghchi kembali menegaskan bahwa ini tidak boleh diartikan sebagai pembicaraan resmi.

Pertukaran pesan tersebut, menurut Araghchi, dilakukan baik secara langsung maupun melalui perantara di kawasan. Komunikasi ini disampaikan melalui saluran resmi Kementerian Luar Negeri, dengan melibatkan komunikasi terbatas antar badan keamanan. Ia juga memastikan bahwa seluruh proses pertukaran pesan berada dalam kerangka resmi pemerintah dan di bawah pengawasan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran. Pesan-pesan yang beredar di antara kedua belah pihak tersebut mencakup peringatan dan pandangan bersama yang disampaikan melalui saluran tertentu.

Menanggapi laporan yang mengindikasikan bahwa Iran telah merespons 15 usulan dari Amerika Serikat, Araghchi membantah tegas. "Belum ada tanggapan yang dikirim, dan Iran juga belum mengajukan usulan maupun syarat apa pun," jelasnya. Ia menambahkan bahwa hingga kini belum ada keputusan yang diambil mengenai kemungkinan negosiasi formal.

Araghchi juga menyampaikan pesan keras kepada Washington, menegaskan bahwa rakyat Iran tidak bisa diancam. Ia meminta Presiden AS Donald Trump untuk selalu berbicara dengan penuh hormat.

Di sisi lain, terkait isu keamanan maritim, Menteri Luar Negeri Iran itu memastikan bahwa Selat Hormuz tetap terbuka sepenuhnya. Ia menjelaskan bahwa pembatasan hanya akan diberlakukan bagi pihak-pihak yang melakukan permusuhan terhadap Iran. Berbagai langkah telah diambil untuk menjamin agar jalur pelayaran krusial tersebut tetap aman bagi kapal-kapal dari negara-negara sahabat.

---

Pernyataan kunci Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengindikasikan bahwa Teheran menolak keras gencatan senjata sementara dan menuntut penghentian total konflik, ditambah jaminan keamanan permanen dari serangan masa depan serta kompensasi. Meskipun ada komunikasi tidak langsung dengan Amerika Serikat melalui utusan Steve Witkoff, Iran menegaskan ini hanyalah pertukaran pesan, bukan negosiasi resmi, seraya membantah telah merespons usulan AS atau mengajukan syarat apa pun. Iran juga memperingatkan AS agar tidak mengancam rakyatnya dan meminta penghormatan. Selat Hormuz dipastikan tetap aman bagi negara sahabat. Sikap tegas Iran ini menunjukkan komitmen terhadap penyelesaian konflik jangka panjang dan menuntut pertanggungjawaban penuh, bukan sekadar jeda perang. Hal ini berpotensi memperpanas tensi geopolitik dan membuat jalan menuju perdamaian semakin berliku, karena tuntutan kompensasi dan jaminan keamanan mutlak bisa menjadi batu sandungan besar dalam mediasi. Bagi masyarakat global, ketidakpastian ini dapat berdampak pada harga energi dan stabilitas ekonomi, terutama mengingat peran vital Selat Hormuz dalam jalur pelayaran internasional.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.