DPR RI Mendesak Kapolda Babel Ungkap Tuntas Kasus Teror Air Keras Aktivis Lingkungan!
Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, melayangkan desakan keras kepada Kapolda Bangka Belitung untuk segera turun tangan dan mengusut tuntas kasus dugaan penyiraman air keras terhadap aktivis lingkungan, Muhammad Rosidi. Insiden mengerikan ini menimpa Rosidi di Bangka Selatan, Bangka Belitung, memicu kekhawatiran mendalam terhadap keamanan para pegiat lingkungan di Indonesia.
Dalam keterangannya di Jakarta pada Kamis, Sahroni meminta Kapolda Bangka Belitung untuk bertindak tegas dan memberi atensi penuh pada kasus ini. Ia menekankan pentingnya pengusutan fakta-fakta kejadian tanpa berlama-lama, serta mendesak agar siapa pun pelakunya diungkapkan ke publik secara terang benderang.
Sahroni secara terbuka menyatakan kegeramannya atas terulangnya kasus penyiraman air keras. Menurutnya, serangan semacam ini bisa menimpa siapa saja, dan penyerangan terhadap pihak yang bersuara kritis merupakan situasi berbahaya jika dibiarkan berlanjut. Ia bahkan menyebut insiden ini sebagai "teror terstruktur" yang sangat mengkhawatirkan, tidak hanya bagi aktivis tetapi juga bagi masyarakat luas. Pola ancaman seperti ini dianggap sangat berbahaya bagi keamanan masyarakat sipil, sehingga kepolisian wajib segera mengungkap dan menangkap pelakunya untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali.
Peristiwa nahas itu sendiri terjadi pada Selasa (17/2) sekitar pukul 22.30 WIB. Saat itu, Muhammad Rosidi menjadi korban penyiraman air keras di depan Apotek K24 Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Teladan, Kecamatan Toboali. Rosidi yang hendak menyusul temannya menggunakan mobil, tiba-tiba diserang oleh terduga pelaku yang menggunakan motor matic. Para pelaku melemparkan zat asam korosif tersebut ke arah jendela mobil Rosidi yang sedang terbuka, mengakibatkan korban menderita luka bakar serius pada area kaki, tangan, dan selangkangan.
Pasca kejadian, kasus ini segera dilaporkan ke Polres Bangka Selatan pada keesokan harinya. Rosidi kemudian mendapatkan panggilan pemeriksaan kepolisian untuk klarifikasi atas insiden yang menimpanya pada Senin (30/3).
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mendesak Kapolda Bangka Belitung untuk mengusut tuntas kasus penyiraman air keras terhadap aktivis lingkungan Muhammad Rosidi, yang mengalami luka bakar parah di kaki, tangan, dan selangkangan akibat serangan di depan Apotek K24 Toboali pada Selasa (17/2) malam. Insiden tersebut, yang dilaporkan ke Polres Bangka Selatan dan diikuti dengan pemanggilan klarifikasi Rosidi pada Senin (30/3), dicurigai sebagai "teror terstruktur" yang mengancam kebebasan berekspresi dan keamanan masyarakat sipil, khususnya para pegiat lingkungan. Dampaknya adalah menciptakan iklim ketakutan bagi para pegiat lingkungan dan masyarakat sipil yang kritis, menghambat kebebasan berekspresi, serta mengikis kepercayaan publik terhadap jaminan keamanan dari pihak berwenang. Kejadian ini mengancam demokrasi dan partisipasi aktif masyarakat dalam pengawasan kebijakan, terutama di sektor lingkungan yang rentan konflik kepentingan.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.