BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Sejumlah Kota Besar Diguyur Hujan Lebat Disertai Petir
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang akan melanda sejumlah kota besar di Indonesia pada Senin ini. Masyarakat diminta waspada terhadap hujan ringan hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang.
Prakirawan BMKG, W Annisa L, menjelaskan bahwa saat ini terdapat daerah konvergensi yang memanjang di sejumlah wilayah. Daerah pertemuan angin ini terpantau di Laut Natuna Utara hingga Laut Cina Selatan, Samudra Pasifik utara Papua Nugini, Sumatera Utara, Jambi hingga Selat Malaka, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan hingga Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Sulawesi Tenggara hingga Sulawesi Tengah, Maluku Utara, serta dari Papua Barat hingga Papua Barat Daya. Kondisi ini dinilai mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah yang dilaluinya.
BMKG memprakirakan sejumlah kota besar akan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang. Kota-kota tersebut meliputi Serang, Bandung, Banjarmasin, Ternate, Ambon, dan Nabire. Sementara itu, hujan ringan hingga sedang diprakirakan akan mengguyur Banda Aceh, Medan, Tanjung Pinang, Tanjung Selor, Samarinda, Palangkaraya, Mamuju, Palu, Gorontalo, Manado, Sorong, Manokwari, Jayapura, Jayawijaya, dan Merauke.
Di sisi lain, sejumlah kota besar lainnya diprakirakan hanya akan mengalami kondisi berawan tanpa hujan. Wilayah tersebut adalah Pekanbaru, Jambi, Pangkal Pinang, Palembang, Bandar Lampung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Pontianak, Denpasar, Mataram, Kupang, Makassar, dan Kendari.
Tidak hanya itu, BMKG juga mengingatkan kewaspadaan bagi para pengguna jasa kelautan. Pada periode 30 Mei hingga 2 Juni 2026, potensi gelombang tinggi hingga empat meter diperkirakan terjadi di beberapa wilayah perairan Indonesia. Direktur Meteorologi Maritim BMKG, Eko Prasetyo, secara khusus meminta seluruh operator transportasi laut, nakhoda, dan nelayan tradisional untuk memperhatikan ambang batas aman operasional kapal. Ia menekankan bahwa potensi gelombang tinggi tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran.
Dampak bagi masyarakat, peringatan dini ini menjadi panduan penting bagi aktivitas sehari-hari. Masyarakat di wilayah yang diprediksi hujan lebat disarankan untuk waspada terhadap potensi banjir dan pohon tumbang. Sementara bagi nelayan dan operator kapal, imbauan ini menjadi pengingat krusial untuk menunda pelayaran atau memastikan keselamatan pelayaran guna menghindari kecelakaan akibat cuaca buruk di laut.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.