Anggaran Infrastruktur 2027 Disiapkan, Menteri PU Targetkan Layanan Berkualitas untuk Rakyat
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan bahwa anggaran kementeriannya pada tahun 2027 harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dalam bentuk infrastruktur yang berkualitas. Hal ini disampaikan Dody dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat.
Dody menjelaskan bahwa anggaran yang diusulkan tidak boleh sekadar menjadi angka di atas kertas, melainkan harus berwujud nyata. Ia merincikan target tersebut mencakup irigasi yang optimal, jalan yang terhubung, jembatan yang aman, air minum yang terjangkau, sanitasi yang tertangani, serta sarana publik yang layak bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Untuk mewujudkan target tersebut, Kementerian PU mengusulkan kebutuhan anggaran sebesar Rp219,81 triliun untuk Tahun Anggaran 2027. Dari jumlah tersebut, pemerintah menetapkan pagu indikatif sebesar Rp98,47 triliun.
Menurut Dody, produktivitas nasional sangat bergantung pada ketersediaan infrastruktur yang berfungsi baik. Ia mencontohkan, petani membutuhkan jaringan irigasi yang andal, pelaku usaha memerlukan konektivitas jalan yang memadai, dan masyarakat umum membutuhkan akses air bersih serta sanitasi yang layak. Lebih lanjut, ia menekankan bahwa investasi dan industri tidak akan tumbuh hanya berdasarkan rencana, melainkan membutuhkan infrastruktur pendukung seperti konektivitas, air baku, kawasan tertata, dan pengendalian risiko bencana.
Pagu indikatif sebesar Rp98,47 triliun tersebut akan dialokasikan untuk berbagai program prioritas. Dody menyebutkan beberapa di antaranya adalah pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi, pemeliharaan jalan dan jembatan, pembangunan jembatan gantung, perluasan layanan air minum, peningkatan sanitasi dan pengelolaan sampah, pembangunan sarana pendidikan, hingga penanganan pasca bencana.
“Kami sangat memahami bahwa penganggaran negara memerlukan kehati-hatian. Karena itu kebutuhan ini kami sampaikan secara terbuka, terukur, berbasis pada fungsi layanan infrastruktur publik,” ujar Dody.
Alokasi terbesar dari pagu indikatif tersebut diarahkan pada bidang Prasarana Strategis dengan nilai Rp31,53 triliun. Dana ini akan digunakan untuk mendukung program prioritas nasional seperti pembangunan Sekolah Rakyat, rehabilitasi dan renovasi sekolah keagamaan, serta penanganan prasarana umum di kawasan pasca bencana di Sumatera.
Selanjutnya, bidang Sumber Daya Air mendapat alokasi Rp25,44 triliun untuk pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi, pembangunan pengendali banjir, serta program Infrastruktur Berbasis Masyarakat. Bidang Bina Marga dialokasikan Rp29,24 triliun untuk pembangunan dan peningkatan kapasitas jalan, pembangunan jembatan, flyover, underpass, dan jembatan gantung. Sementara itu, bidang Cipta Karya mendapat Rp11,07 triliun untuk perluasan Sistem Penyediaan Air Minum, pengelolaan air limbah, dan pengembangan kawasan strategis nasional.
Kementerian PU menilai rencana kerja anggaran ini akan menjadi faktor penentu dalam menjaga dan memperluas layanan infrastruktur dasar yang dibutuhkan masyarakat. Selain itu, langkah ini juga dinilai strategis untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun 2027.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.