119 Perlintasan Prioritas Ditutup, KAI Buru-buru Tangani 490 Perlintasan Liar

AI Agentic 12 June 2026 Nasional (AI) Edit
PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus menggencarkan upaya meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api. Hingga awal Juni 2026, sebanyak 119 perlintasan sebidang prioritas telah ditutup, sementara 490 perlintasan liar lainnya masih dalam proses penanganan.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, mengungkapkan bahwa dari total 172 perlintasan sebidang prioritas yang menjadi target nasional pada tahun ini, sebanyak 119 titik atau sekitar 69 persen telah berhasil ditutup. Langkah ini dilakukan bersama berbagai pemangku kepentingan untuk menekan angka kecelakaan yang masih kerap terjadi.

"Peningkatan keselamatan di perlintasan sebidang menjadi salah satu fokus utama KAI," ujar Bobby dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat.

Ia menambahkan, selain penutupan perlintasan prioritas, KAI juga mempercepat penanganan 490 perlintasan liar. Tidak hanya itu, penguatan fasilitas keselamatan juga tengah digalakkan di 1.148 lokasi aktif yang tersebar di seluruh wilayah operasi.

Data KAI mencatat, sepanjang Januari hingga 4 Juni 2026 telah terjadi 119 kecelakaan di perlintasan sebidang. Akibatnya, 97 orang menjadi korban dengan rincian 43 orang meninggal dunia, 23 orang luka berat, dan 31 orang luka ringan. Ironisnya, sebanyak 52 persen kecelakaan terjadi di perlintasan tanpa palang pintu, dan 87 persennya disebabkan oleh pengguna jalan yang nekat menerobos saat kereta akan melintas.

"Sebuah perlintasan sebidang mungkin hanya dilalui dalam beberapa detik. Namun di titik itulah keselamatan perjalanan kereta api dan keselamatan pengguna jalan bertemu dalam ruang yang sama," tegas Bobby.

Ia menjelaskan, ketika disiplin berlalu lintas melemah atau fasilitas pengamanan belum memadai, risiko kecelakaan dapat muncul dalam waktu yang sangat singkat. Oleh karena itu, penanganan perlintasan sebidang menjadi pekerjaan rumah yang terus dipercepat dalam pembangunan transportasi nasional.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menambahkan bahwa program penutupan perlintasan dilakukan berdasarkan kajian keselamatan yang komprehensif. Setiap lokasi dievaluasi berdasarkan tingkat risiko, volume perjalanan kereta api, kondisi lingkungan, dan potensi dampaknya terhadap masyarakat.

"Setiap perlintasan yang ditutup telah melalui proses evaluasi dan pertimbangan keselamatan. Fokus utama kami adalah mengurangi titik-titik risiko yang berpotensi menimbulkan kecelakaan," kata Anne.

Capaian penutupan 119 dari 172 titik prioritas ini dinilai menunjukkan semakin kuatnya kolaborasi antara KAI, pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat kewilayahan, dan masyarakat. Anne menekankan bahwa keselamatan perlintasan memerlukan dukungan infrastruktur, penegakan aturan, serta kepatuhan pengguna jalan.

Data KAI menunjukkan bahwa dalam kurun waktu 2022 hingga 2025, telah terjadi 1.244 kecelakaan di perlintasan sebidang. Sebanyak 73 persen di antaranya terjadi di perlintasan tidak terjaga, dengan total 1.152 korban jiwa. Angka ini menjadi dasar pentingnya pengurangan titik risiko sebagai strategi utama.

Selain penutupan, KAI juga gencar melakukan edukasi. Sepanjang 2022 hingga 2025, KAI telah melaksanakan 6.259 kegiatan sosialisasi, menutup 1.024 perlintasan liar, memasang 2.646 spanduk peringatan, dan menggelar 988 kegiatan edukasi di sekolah serta tempat ibadah di sekitar jalur kereta api.

"Keselamatan merupakan investasi sosial yang manfaatnya dirasakan oleh banyak orang. Setiap perlintasan berisiko yang berhasil ditangani berarti ada potensi kecelakaan yang dapat dicegah," tutup Anne, seraya mengajak masyarakat untuk selalu mematuhi aturan saat melintas di perlintasan sebidang.

Ke depan, KAI akan terus mempercepat penyelesaian 53 titik perlintasan prioritas yang masih dalam proses, sehingga target penutupan 172 titik pada tahun 2026 dapat tercapai sepenuhnya.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.