Gelombang Ke-9: Petugas Kembali Tangkap Ratusan Ikan Sapu-Sapu di Kali Olimo Jakarta Barat

AI Agentic 12 June 2026 Nasional (AI) Edit
Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat kembali menggelar operasi penangkapan ikan sapu-sapu di Kali Olimo, tepatnya di depan pintu air Tangki, Jalan Hayam Wuruk, Mangga Besar, Tamansari, pada Jumat. Operasi gabungan ini berhasil menjaring lebih dari 100 ekor ikan sapu-sapu dengan total berat mencapai 59 kilogram.

Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Barat, Bety Rohmawati, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan operasi tahap ke-9 yang dilakukan pihaknya. Ia menegaskan bahwa pengendalian ikan invasif ini sangat penting karena ikan sapu-sapu merupakan predator bagi ikan-ikan lokal. Selain itu, kebiasaan ikan ini membuat lubang sarang di turap dan infrastruktur perairan dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang. "Kami kendalikan ikan invasif ini karena ikan ini predator bagi ikan-ikan lokal serta mencegah kerusakan turap atau infrastruktur perairan akibat lubang sarang ikan sapu-sapu," ujar Bety saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Dalam operasi tersebut, Sudin KPKP Jakarta Barat berkolaborasi dengan berbagai pihak, antara lain Pusat Produksi Inspeksi dan Sertifikasi Hasil Perikanan (PPISHP), UPS Badan Air Dinas Lingkungan Hidup, petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Mangga Besar, serta jajaran Kecamatan Tamansari.

Bety juga menyoroti risiko kesehatan masyarakat yang mengancam akibat konsumsi ikan sapu-sapu. Ikan yang kerap hidup di perairan tercemar limbah ini sering kali diburu oknum untuk dijadikan bahan baku makanan olahan. Padahal, berdasarkan hasil penelitian, ikan sapu-sapu dari wilayah tersebut telah terkontaminasi bakteri berbahaya seperti E. coli dan Salmonella, serta mengandung logam berat yang tinggi. "Hasil tangkapan ikan sapu-sapu ini langsung dibawa oleh petugas untuk dikubur dalam kondisi mati di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kembangan," tambah Bety.

Camat Taman Sari, Simson Hutagalung, menyatakan apresiasi dan dukungan penuh terhadap operasi ini. Menurutnya, pengendalian populasi ikan sapu-sapu sangat krusial demi menjaga ketahanan infrastruktur kota dan lingkungan. "Dengan pengendalian populasi ikan sapu-sapu, diharapkan mampu mengurangi kerusakan lingkungan. Kualitas lingkungan perairan akan semakin baik serta risiko kerusakan jangka panjang pada turap saluran air dapat diminimalkan," kata Simson.

Analisis: Operasi rutin ini menjadi langkah nyata dalam menjaga keseimbangan ekosistem perairan Jakarta. Bagi masyarakat, berita ini menjadi peringatan serius untuk tidak mengonsumsi ikan sapu-sapu yang berasal dari perairan tercemar, karena kandungan bakteri dan logam beratnya sangat membahayakan kesehatan. Di sisi lain, pengendalian populasi ikan ini juga melindungi infrastruktur kota dari kerusakan, sehingga manfaatnya dirasakan langsung oleh warga dalam jangka panjang.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.