Kemkomdigi Siapkan Siswa SMK Jadi Ahli Fiber Optik demi Internet Merata
Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mulai menyiapkan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai talenta digital lokal. Mereka diharapkan mampu membangun, merawat, dan memperbaiki jaringan telekomunikasi di daerahnya masing-masing.
Langkah ini diwujudkan melalui pelatihan jaringan fiber optik yang digelar di Medan. Program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperluas akses internet sekaligus membuka peluang kerja baru bagi generasi muda di daerah.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan, ke depan pihaknya tidak ingin lagi mengirim tenaga kerja dari Jawa atau daerah lain untuk mengurus jaringan fiber optik di berbagai wilayah. Ia menegaskan, ketersediaan talenta digital lokal berpotensi menciptakan lapangan kerja baru.
Menurut Meutya, kebutuhan tenaga terampil di sektor infrastruktur digital akan terus meningkat. Hal ini seiring dengan tingginya ketergantungan masyarakat terhadap internet. Ia memaparkan data yang mencatat rata-rata masyarakat Indonesia menggunakan internet selama delapan jam per hari. Dari sekitar 230 juta pengguna internet di Indonesia, sekitar 60 hingga 70 persennya adalah kelompok usia muda.
Meutya menekankan bahwa anak muda tidak hanya harus menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pihak yang merawat infrastruktur konektivitas. Pemerintah berkomitmen memperluas konektivitas hingga ke wilayah yang masih terbatas akses internetnya. Semakin luas jaringan yang dibangun, semakin besar pula kebutuhan tenaga kerja terampil untuk instalasi, perbaikan, dan pemeliharaan.
Program pelatihan ini merupakan bagian dari strategi Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital (DJID) Kemkomdigi. Targetnya adalah mendukung pembangunan infrastruktur fixed broadband nasional. Pemerintah menargetkan penetrasi layanan fixed broadband mencapai 50 persen populasi Indonesia pada periode 2025 hingga 2029. Saat ini, capaiannya baru sekitar 25 persen populasi.
Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kemkomdigi Wayan Toni Supriyanto menjelaskan bahwa penggelaran infrastruktur digital tidak hanya soal perangkat dan kabel, tetapi juga sumber daya manusia. Menurutnya, pelatihan ini penting untuk menyiapkan tenaga terampil yang bisa mendukung pembangunan dan pemeliharaan jaringan di daerah masing-masing.
Wayan menambahkan, perkembangan teknologi telekomunikasi saat ini telah memasuki era dominasi fiber optik. Hal ini membuka peluang bisnis dan lapangan kerja baru di berbagai daerah. Pelatihan di Medan diikuti oleh 40 peserta, terdiri dari 20 siswa SMK Multi Karya Medan dan 20 siswa SMK Negeri 4 Medan.
Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai instalasi, penyambungan atau splicing, pengujian, hingga pemeliharaan jaringan fiber optik. Kemkomdigi juga menyerahkan perangkat praktik instalasi fiber optik kepada kedua sekolah tersebut agar bisa dimanfaatkan dalam kegiatan pembelajaran secara berkelanjutan.
Selain pelatihan tatap muka, peserta juga dapat melanjutkan pembelajaran melalui platform Learning Management System (LMS) yang disediakan oleh Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.