Strategi Kemenpar Bikin Destinasi Wisata RI Naik Kelas, Siap Saingi Negara Tetangga
Kementerian Pariwisata membeberkan sejumlah langkah strategis untuk mendongkrak kualitas destinasi wisata di Indonesia agar terus naik kelas dan tidak kalah bersaing dengan negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara.
Pemerintah mengakui adanya berbagai kendala dan hambatan yang mempengaruhi daya saing pariwisata nasional. Oleh karena itu, kolaborasi dengan instansi terkait, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya terus digencarkan. Tujuannya adalah untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi yang kompetitif, menarik, dan terpercaya di mata wisatawan internasional.
Salah satu andalan pemerintah adalah program "Pariwisata Naik Kelas" yang dijadikan sebagai program unggulan untuk tahun 2026. Program ini dirancang untuk memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi pariwisata berkualitas tinggi atau high quality tourism destination. Fokus utamanya adalah menarik segmen affluent tourists, yaitu wisatawan dengan daya beli lebih tinggi.
Untuk mewujudkannya, Kementerian Pariwisata mengembangkan paket-paket wisata unggulan bertema gastronomi, wellness, bahari atau marine tourism, wastra, serta kesenian dan desain. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas kunjungan wisatawan mancanegara.
Selain itu, sejumlah strategi pendukung juga disiapkan. Mulai dari meningkatkan efektivitas konversi minat pasar internasional menjadi kunjungan langsung, menambah rute dan kapasitas kursi penerbangan internasional, hingga menyempurnakan kebijakan visa agar lebih ramah dan kompetitif. Pemerintah juga akan memperluas promosi daya tarik wisata tidak hanya berfokus pada Bali melalui strategi Bali Beyond.
Kementerian Pariwisata terus memantau pergeseran tren pariwisata global. Hasilnya, peningkatan kualitas pariwisata Indonesia terlihat dari naiknya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara yang diiringi dengan kenaikan rata-rata pengeluaran per wisatawan.
Data terbaru menunjukkan, secara kumulatif sepanjang Januari hingga April 2026, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 4,68 juta kunjungan. Angka ini tumbuh 8,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 4,33 juta kunjungan. Sementara itu, perolehan devisa pariwisata pada Triwulan I 2026 mencapai 4,05 miliar dolar AS atau sekitar Rp68,28 triliun, meningkat 6,30 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Langkah ini juga menjadi respons atas masukan dari Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat. Dalam rapat kerja bersama Kementerian Pariwisata pada Rabu (3/6), DPR meminta pemerintah melakukan pemetaan pertumbuhan pariwisata negara tetangga di Asia Tenggara. Hal ini untuk merespons isu sektor pariwisata Vietnam yang disebut-sebut melampaui Indonesia, khususnya dalam pengembangan destinasi baru. Pemerintah diminta mewaspadai isu tersebut karena berkaitan dengan posisi pariwisata Indonesia di tingkat regional maupun global.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.