Pelatih Timnas Brasil, Carlo Ancelotti, mengaku gugup menjelang laga debutnya bersama Selecao di Piala Dunia 2026. Brasil akan menghadapi Maroko pada pertandingan pertama Grup C di Stadion New York New Jersey, Minggu pukul 05.00 WIB.
Laga ini menjadi awal era baru Brasil di bawah kepemimpinan Ancelotti. Ia ditugaskan membawa tim Samba mengakhiri penantian gelar juara dunia setelah terakhir kali menjadi kampiun pada Piala Dunia 2002.
Kegagalan di Piala Dunia 2022 Qatar membuat Brasil melakukan perubahan dengan menunjuk pelatih asal Italia tersebut sebagai nakhoda baru. Meski memiliki pengalaman panjang dan deretan gelar bergengsi bersama klub-klub besar Eropa seperti AC Milan, Bayern Muenchen, dan Real Madrid, Ancelotti mengaku tetap merasakan rasa takut menjelang pertandingan pertamanya di level tim nasional setelah tiga dekade berkarier sebagai pelatih.
Rasa takut, menurut Ancelotti, adalah bagian penting dari kehidupan. Ia menyampaikan hal itu dalam konferensi pers. Ia mengatakan bahwa bila tidak takut dan lengah, seseorang mungkin melihat singa dan mengira itu kucing. Ancelotti menambahkan bahwa rasa takut dapat menyelamatkan hidup. Ia menekankan pentingnya tetap waspada dan fokus agar tim bermain dengan baik dan tidak lengah.
Secara kualitas skuad dan pengalaman, Brasil lebih diunggulkan dibanding Maroko. Dalam sejarah Piala Dunia, kedua tim pernah bertemu sekali, yakni pada fase grup edisi 1998 dengan kemenangan untuk Brasil. Namun, Maroko sempat menunjukkan kemampuannya dengan mengalahkan Brasil 2-1 dalam laga persahabatan pada 2023.
Ancelotti tidak ingin meremehkan kekuatan lawannya. Maroko datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah mencatat sejarah sebagai tim Afrika pertama yang mencapai semifinal Piala Dunia pada edisi 2022, dengan menyingkirkan Spanyol dan Portugal dalam perjalanannya.
Meski demikian, pelatih berusia 67 tahun itu tetap yakin Brasil memiliki kemampuan untuk membuka turnamen dengan hasil positif. Ia mengaku pada dasarnya adalah seorang yang optimistis dan sangat percaya diri. Ancelotti menegaskan timnya siap memainkan pertandingan hebat dan menjalani Piala Dunia yang hebat.
Dia juga menegaskan timnya harus tampil sempurna karena tidak ada lagi lawan mudah dalam sepak bola modern. Menurutnya, dalam sepak bola modern, tidak ada tim yang lemah, dan Maroko adalah salah satu tim terbaik di Afrika.
Brasil memiliki catatan positif saat menghadapi wakil Afrika di Piala Dunia dengan meraih tujuh kemenangan dari delapan pertandingan. Satu-satunya kekalahan Selecao dari tim Afrika terjadi saat tumbang dari Kamerun pada fase grup Piala Dunia 2022.
Analisis singkat: Laga ini menjadi ujian awal bagi era baru Brasil di bawah Carlo Ancelotti. Meski diunggulkan, Brasil tidak bisa meremehkan Maroko yang telah membuktikan diri sebagai tim kuat dengan pencapaian semifinal Piala Dunia 2022. Dampak bagi masyarakat Brasil adalah harapan besar untuk segera mengakhiri puasa gelar juara dunia sejak 2002, namun kekhawatiran juga muncul mengingat catatan buruk Brasil melawan tim Afrika di Piala Dunia 2022.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.