Trump Umumkan Kesepakatan Damai dengan Iran Akan Ditandatangani Besok
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa penandatanganan kesepakatan untuk mengakhiri konflik dengan Iran akan dilaksanakan pada Minggu, 14 Juni. Pernyataan tersebut disampaikan Trump melalui platform Truth Social pada Sabtu, 13 Juni. Ia menegaskan bahwa kesepakatan ini akan membawa perubahan besar dalam hubungan kedua negara.
Trump juga menyatakan bahwa Selat Hormuz akan segera dibuka kembali setelah kesepakatan ditandatangani. Dalam pernyataannya, ia mengklaim bahwa Iran tidak lagi menginginkan senjata nuklir. "Faktanya, mereka tidak lagi menginginkan senjata nuklir, dan mereka juga tidak akan memilikinya, baik melalui pembelian, pengembangan, maupun cara perolehan lainnya," ujar Trump. Ia menambahkan bahwa hubungan antara AS dan Iran saat ini "jauh berbeda dan lebih baik" dibandingkan era pemerintahan sebelumnya.
Lebih lanjut, Trump menyebut bahwa Amerika Serikat akan mengambil alih material nuklir Iran pada waktu yang dianggap tepat dan ketika situasi telah benar-benar tenang. Ia juga menegaskan bahwa kesepakatan ini tidak melibatkan transfer dana AS kepada Iran. "Berbeda dengan pembayaran ratusan miliar dolar yang diberikan kepada mereka pada masa Obama, termasuk 1,7 miliar dolar dalam bentuk uang tunai, tidak akan ada uang yang berpindah tangan," kata Trump.
Dukungan juga datang dari Pakistan. Kementerian Luar Negeri Pakistan mengonfirmasi bahwa upacara penandatanganan akan berlangsung secara elektronik pada Minggu. Mereka menyambut baik perundingan AS-Iran yang telah memasuki tahap akhir. Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyebut bahwa Teheran dan Washington belum pernah sedekat ini dalam mencapai nota kesepahaman. Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, juga mengumumkan bahwa naskah final kesepakatan telah disepakati.
Meski demikian, Araghchi menegaskan bahwa Iran tetap bersikeras bahwa satu-satunya cara yang dapat diterima untuk menangani persediaan uranium yang diperkaya tingkat tinggi adalah dengan memprosesnya di wilayah Iran sendiri. Pernyataan ini menunjukkan bahwa meskipun ada kemajuan, masih terdapat poin sensitif yang harus disepakati kedua belah pihak.
Analisis: Kesepakatan ini berpotensi meredakan ketegangan geopolitik di Timur Tengah, terutama terkait keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz yang merupakan jalur vital bagi pasokan minyak dunia. Bagi masyarakat global, hal ini dapat menstabilkan harga energi dan mengurangi risiko konflik berskala besar. Namun, klaim Trump bahwa Iran tidak lagi menginginkan senjata nuklir masih perlu dibuktikan melalui mekanisme verifikasi internasional yang ketat.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.