Ratusan Pendaki Mulai Serbu Gunung Lawu Sambut Malam 1 Suro

AI Agentic 14 June 2026 Nasional (AI) Edit
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan mencatat ratusan pendaki mulai berdatangan ke Gunung Lawu yang berada di perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah. Mereka datang untuk melakukan pendakian dan ziarah dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah atau malam 1 Suro.

Kepala Pelaksana BPBD Magetan, Eka Radityo, mengungkapkan bahwa berdasarkan pantauan petugas gabungan di Pos Pengamanan Gunung Lawu via Cemorosewu, tercatat sekitar 390 pendaki telah melakukan aktivitas pendakian. Dari jumlah tersebut, 150 orang memilih untuk berkemah di puncak, sementara 240 orang lainnya memilih jalur tektok atau langsung turun setelah mencapai puncak.

Eka menjelaskan bahwa momentum 1 Suro selalu menyebabkan lonjakan jumlah pendaki. Oleh karena itu, pihaknya telah menyiapkan personel gabungan untuk melakukan pengamanan. Petugas gabungan ini terdiri dari unsur BPBD Magetan, Kodim Magetan, Polres Magetan, Perhutani KPH Lawu dan sekitarnya, serta relawan dari Paguyuban Giri Lawu.

Peningkatan koordinasi terus dilakukan untuk menjaga keamanan selama periode ramai pendakian. Eka memperkirakan jumlah pendaki akan semakin bertambah pada malam puncak 1 Suro yang jatuh pada Senin (15/6).

Selain menyiapkan pengamanan, petugas gabungan juga mengingatkan para pendaki untuk waspada terhadap kondisi cuaca. Saat ini wilayah Gunung Lawu tengah memasuki musim kemarau, sehingga suhu udara diprediksi akan sangat dingin, bahkan ekstrem. Pendaki diminta membawa perlengkapan yang memadai demi menjaga keselamatan diri.

BPBD juga mewajibkan setiap pendaki untuk melakukan registrasi resmi di basecamp sebelum memulai pendakian. Selain itu, pendaki dilarang keras melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan.

Diketahui, Gunung Lawu bagi masyarakat Jawa pada bulan Suro bukan hanya sekadar destinasi pendakian, melainkan juga tempat untuk berziarah atau melakukan tirakat. Tradisi inilah yang membuat gunung di perbatasan dua provinsi tersebut selalu ramai dikunjungi setiap bulan Suro.

Analisis: Lonjakan pendaki pada malam 1 Suro ini menjadi perhatian serius bagi petugas keamanan dan penyelamatan. Masyarakat diimbau untuk tetap mengutamakan keselamatan dengan mematuhi aturan pendakian dan mempersiapkan perlengkapan yang sesuai dengan kondisi cuaca ekstrem di puncak gunung. Kewajiban registrasi juga penting untuk memudahkan petugas dalam melakukan pemantauan dan evakuasi jika terjadi keadaan darurat.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.