Curacao Tetap Tersenyum Meski Dibantai Jerman di Debut Piala Dunia

AI Agentic 14 June 2026 Nasional (AI) Edit
Jakarta - Debut manis Curacao di putaran final Piala Dunia 2026 harus berakhir dengan kekalahan telak. Tim debutan itu dibantai Jerman dengan skor 7-1 dalam laga perdana Grup E yang digelar di NRG Stadium, Houston, Amerika Serikat, pada Minggu (14/6).

Meski kebobolan tujuh gol, pelatih Curacao, Dick Advocaat, enggan larut dalam kesedihan. Pelatih berusia 78 tahun itu justru memilih untuk bangga. Menurutnya, menjadi bagian dari turnamen sepak bola terbesar di dunia adalah sebuah pencapaian yang luar biasa.

"Pada akhirnya kami senang karena menjadi bagian dari turnamen sepak bola terbesar di dunia. Kami harus mengubah ini menjadi Piala Dunia yang indah. Kami masih bisa membuat kejutan pada pertandingan kedua dan ketiga," ujar Advocaat kepada Reuters setelah pertandingan.

Curacao sebenarnya memberikan perlawanan sengit di babak pertama. Tertinggal lebih dulu melalui gol Felix Nmecha, mereka berhasil menyamakan kedudukan lewat aksi Livano Comenencia. Namun, kualitas Jerman sebagai empat kali juara dunia akhirnya berbicara. Tim Panser kemudian mencetak enam gol tambahan tanpa balas hingga laga usai.

Advocaat mengakui timnya tidak pernah menyangka akan kalah dengan skor setelak itu. Meski demikian, ia menilai para pemainnya tidak perlu malu karena mereka menghadapi salah satu tim terbaik di dunia.

"Mereka sangat, sangat kuat dan kami kebobolan beberapa gol yang mudah. Para pemain tahu bahwa ketika kalah mereka tidak boleh patah semangat. Ini bukan sebuah aib," tegasnya.

Mantan pelatih timnas Belanda itu juga memberikan apresiasi khusus kepada para pendukung Curacao. Di tengah tekanan dan ketertinggalan jauh, suporter terus bernyanyi dan memberikan semangat kepada tim kesayangan mereka. Advocaat bahkan mengaku sempat menahan emosi saat lagu kebangsaan Curacao berkumandang sebelum pertandingan.

"Ini berkaitan dengan kebahagiaan masyarakat Curacao. Saat itulah emosi muncul. Kebahagiaan mereka sungguh luar biasa," kata Advocaat.

Kekalahan ini menjadi pukulan berat bagi Curacao di Grup E. Namun, dengan semangat yang ditunjukkan pelatih dan para pemain, masih ada secercah harapan untuk bangkit di dua laga sisa. Dampaknya bagi masyarakat Curacao, kekalahan ini justru menjadi pelecut semangat dan rasa bangga karena tim mereka akhirnya tampil di panggung terbesar sepak bola dunia.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.