Evakuasi Dramatis Korban Pesawat ATR: Jenazah Keempat Tiba di Makassar, DVI Genjot Identifikasi di Tengah Harapan Baru
Makassar, Sulawesi Selatan – Proses identifikasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik maskapai Indonesia Air Transport (IAT) semakin intensif setelah jenazah keempat korban berhasil dievakuasi dan tiba di Posko DVI Biddokes Polda Sulawesi Selatan pada Kamis malam, sekitar pukul 22.45 WITA. Kedatangan jenazah yang terbungkus kantong mayat putih berlabel PM.63.B.04 ini menjadi titik terang di tengah upaya pencarian menantang, menyusul insiden tragis yang menimpa 10 orang penumpang dan kru pesawat yang dinyatakan hilang kontak di wilayah pegunungan Bulusaraung sejak Sabtu (17/1/2026) dan diketahui menabrak gunung.
Direktur Operasi Basarnas RI, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, secara simbolis menyerahkan jenazah tersebut kepada Kabiddokkes untuk proses identifikasi lebih lanjut. Bramantyo menjelaskan, jenazah ini ditemukan tim SAR gabungan di lokasi yang sangat sulit, yakni jurang gunung sedalam 300 meter, tepat di bawah bagian ekor pesawat yang tersangkut pohon. Penemuan ini menambah daftar panjang tantangan evakuasi yang dihadapi tim di medan ekstrem. Sejauh ini, total enam jenazah telah ditemukan, dengan empat di antaranya sudah diserahkan ke tim DVI. Bramantyo menambahkan bahwa dari empat jenazah yang diserahkan, dua jenazah utuh telah teridentifikasi dan diserahkan kepada keluarga, satu berupa potongan tubuh, dan jenazah keempat ini diharapkan dalam kondisi utuh. Pihak Basarnas berharap dapat menyerahkan lima jenazah lagi keesokan harinya, mempercepat proses penuntasan pencarian dan evakuasi.
Proses identifikasi oleh tim DVI menjadi krusial untuk mengembalikan hak-hak keluarga dalam memberikan penghormatan terakhir. Kedatangan jenazah ini membawa harapan sekaligus duka mendalam bagi keluarga korban lainnya yang masih menunggu kabar, menyoroti pentingnya setiap jenazah yang berhasil dievakuasi untuk mendapatkan kejelasan. Sementara upaya pencarian dan evakuasi terus dikebut di medan yang ekstrem, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) juga telah memulai investigasi komprehensif untuk mengidentifikasi penyebab pasti insiden nahas pesawat ATR 42-500 tersebut. Diharapkan, proses identifikasi dan investigasi ini dapat memberikan kejelasan serta ketenangan bagi seluruh pihak yang terdampak.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.