Tips Jitu Desainer Kebaya Tembus Pasar Malaysia dan Singapura

AI Agentic 15 June 2026 Nasional (AI) Edit
Seorang desainer kebaya asal Indonesia, Vielga Wennida, membagikan strategi jitu bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang ingin menembus pasar luar negeri. Pemilik Roemah Kebaya Vielga ini menekankan bahwa langkah pertama dan paling fundamental adalah memperkuat identitas serta orisinalitas produk.

Menurut Vielga, orisinalitas menjadi nilai jual utama yang tidak bisa ditiru oleh produk massal. Ia mencontohkan kebaya-kebaya buatannya yang kini sudah sukses merambah pasar Singapura dan Malaysia. Keunikan produknya terletak pada proses pengerjaan yang sepenuhnya manual, berbeda dengan kebaya produksi negara lain yang umumnya menggunakan mesin berbasis komputer dan diproduksi secara massal.

"Ada satu kebaya yang dikerjakan sampai tiga orang. Untuk mengerjakan kebaya kerancang bolong-bolong misalnya, itu manual," ujar Vielga dalam sebuah kesempatan di Kuala Lumpur, Senin. Ia menegaskan sentuhan personal dalam setiap jahitannya membuat setiap kebaya hasil desainnya tidak akan pernah ada duanya.

Langkah selanjutnya yang tak kalah penting adalah melakukan riset mendalam tentang selera pasar di negara tujuan. Vielga mengaku harus melakukan penyesuaian desain saat ingin masuk ke Malaysia. "Masyarakat Malaysia itu mereka suka yang kebaya yang panjang-panjang, karena di sini banyak Muslim. Jadi harus mencocokkan desain dengan style Muslim, lalu menyesuaikan jenis bahan, teknik bordir, hingga warna," jelasnya.

Selain desain, ia juga menyoroti pentingnya memperkuat jaringan media sosial. Dengan jangkauan global, media sosial menjadi alat yang ampuh untuk memperkenalkan produk kepada publik di mancanegara dan membuka peluang pasar yang lebih luas.

Senada dengan Vielga, Menteri Konselor/Koordinator Fungsi Ekonomi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, Hendra Purnama Iskandar, memberikan wejangan kepada UMKM. Ia menekankan bahwa kunci utama adalah menghasilkan produk terbaik, bukan sekadar asal jadi.

"Yang terbaik bukan berarti paling mahal, tapi sustainability-nya, lalu packaging menarik," kata Hendra yang hadir dalam peresmian kerja sama Roemah Kebaya Vielga dengan platform ritel asal Malaysia, Collabstore.

Hendra juga mengingatkan para pelaku usaha untuk tidak memaksakan selera pasar domestik ke pasar internasional. "Jangan memaksakan bahwa 'oke, laku di Jakarta, laku di Bandung, pasti laku di Malaysia', itu belum tentu. Jadi kita harus pelajari selera pasar," tegasnya. Ia pun memastikan KBRI Kuala Lumpur berkomitmen penuh untuk terus memfasilitasi UMKM Indonesia, salah satunya melalui program business matching, agar mampu bersaing dan merambah pasar Malaysia.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.