Ratusan WNI Berhasil Kabur dari Markas Penipuan Online di Kamboja, KBRI Ungkap Skala Masalahnya!
Phnom Penh – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh, Kamboja, mengonfirmasi keberhasilan kaburnya 1.726 Warga Negara Indonesia (WNI) dari markas operasi penipuan daring (online scam) di negara tersebut. Angka ini menunjukkan skala besar masalah kejahatan siber dan perdagangan manusia yang terus menghantui WNI di luar negeri. Para korban disinyalir terjebak dalam sindikat penipuan yang kerap menjanjikan pekerjaan menggiurkan, namun berakhir dengan eksploitasi dan paksaan melakukan tindak kejahatan siber.
Pihak KBRI Phnom Penh sendiri aktif dalam upaya penyelamatan dan pendataan para WNI yang menjadi korban sindikat ini. Mereka umumnya dipaksa bekerja berjam-jam dalam kondisi yang tidak manusiawi, melakukan berbagai modus penipuan online seperti investasi bodong hingga kencan daring palsu. Kasus ini menyoroti kerentanan individu yang tergiur janji manis lowongan kerja di luar negeri, tanpa menyadari risiko terjebak dalam jerat perdagangan orang dan kejahatan siber yang semakin marak di kawasan Asia Tenggara.
Melihat tingginya angka WNI yang berhasil melarikan diri, otoritas Indonesia terus mengintensifkan koordinasi dengan pemerintah Kamboja untuk memberantas jaringan kejahatan ini dan memastikan perlindungan serta repatriasi bagi para korban. Insiden ini sekaligus menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap tawaran pekerjaan mencurigakan di luar negeri dan memverifikasi informasi melalui saluran resmi, demi mencegah lebih banyak lagi WNI yang jatuh ke dalam perangkap sindikat penipuan online.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.