Pasar Kripto Mulai Pulih, Ketegangan AS-Iran Mereda Jadi Pemicunya
Pasar aset kripto kembali bergairah setelah ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran mulai mereda. Kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik dan membuka kembali Selat Hormuz menjadi angin segar bagi para investor global. Hal ini diungkapkan oleh Chief Marketing Officer Indodax, Aloysia Dian, dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa.
Menurut Aloysia, ketidakpastian geopolitik yang mereda membuat investor kembali berani mengambil risiko. Setelah beberapa pekan pasar dibayangi sikap kehati-hatian, kini investor mulai meningkatkan eksposur terhadap aset-aset berisiko tinggi, termasuk mata uang kripto. Ia menjelaskan bahwa ketika risiko global menurun, investor cenderung kembali ke aset dengan volatilitas tinggi seperti Bitcoin dan aset kripto lainnya, yang pada akhirnya mendorong pemulihan harga di pasar.
Dampak positif ini langsung terlihat pada pergerakan harga Bitcoin. Data dari CoinMarketCap pada Senin (15/6) menunjukkan, Bitcoin diperdagangkan di kisaran 63.900 hingga 65.900 dolar AS. Angka ini mencatatkan kenaikan sekitar 2 persen dalam 24 jam terakhir. Bahkan, harga sempat menembus level 65.900 dolar AS. Posisi ini juga membuat Bitcoin hampir 8 persen lebih tinggi dari level terendah pekan lalu yang sempat jatuh di bawah 60.900 dolar AS.
Kenaikan tidak hanya dialami oleh Bitcoin. Mayoritas aset kripto utama lainnya juga ikut menguat. Ethereum tercatat naik sekitar 5,1 persen ke level 1.758 dolar AS. Solana menguat 6,6 persen menjadi 72,6 dolar AS. Sementara itu, XRP bertambah 7,1 persen ke angka 1,2 dolar AS. Di antara aset berkapitalisasi besar, Hyperliquid (HYPE) menjadi primadona dengan kenaikan tertinggi sekitar 11,6 persen ke level 67,8 dolar AS.
Analisis Dampak bagi Masyarakat: Pemulihan pasar kripto ini memberikan sinyal positif bagi para investor ritel di Indonesia yang aktif di bursa aset digital. Meredanya ketegangan global tidak hanya menstabilkan harga, tetapi juga membuka peluang keuntungan jangka pendek. Namun, volatilitas yang tinggi tetap menjadi pengingat bahwa risiko investasi masih besar. Masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati dan tidak terbawa euforia, karena perubahan kebijakan atau situasi geopolitik yang tak terduga bisa kembali mengguncang pasar kapan saja.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.