Jamaah Haji Demam saat Tiba di Jambi, Langsung Dipisah dan Masuk Ruang Isolasi
Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Jambi menerapkan prosedur khusus bagi jamaah haji yang mengalami demam sesaat setelah tiba di debarkasi. Langkah ini diambil untuk memastikan kondisi kesehatan para jamaah terpantau sekaligus mencegah potensi penyebaran penyakit menular pasca kepulangan dari Arab Saudi.
Pelaksana Tugas Kepala BKK Kelas II Jambi, dr Dewi Julia Arta, menjelaskan bahwa seluruh jamaah haji yang tiba akan menjalani pemeriksaan suhu tubuh segera setelah turun dari pesawat. Pemeriksaan ini merupakan bagian dari skrining kesehatan yang wajib dijalani semua jamaah.
Jika terdeteksi suhu tubuh di atas 37 derajat Celsius, jamaah tersebut akan mendapatkan penanganan khusus. Petugas akan segera memisahkan jamaah yang demam dari rombongan lain dan tidak menggabungkannya di dalam bus.
Jamaah yang mengalami demam kemudian akan dievakuasi menggunakan ambulans menuju ruang isolasi. Di sana, mereka akan menjalani observasi dan pemeriksaan kesehatan lanjutan. Petugas akan menunggu hasil pemeriksaan, terutama jika sebelumnya jamaah belum menjalani tes kesehatan di embarkasi atau debarkasi.
Apabila pemeriksaan laboratorium belum dilakukan, petugas akan mengambil sampel di ruang isolasi dan mengirimkannya ke Laboratorium Kesehatan di Palembang untuk dianalisis. Hasil pemeriksaan laboratorium diperkirakan dapat diketahui dalam waktu tiga hari hingga satu minggu.
Meski demikian, jamaah haji tetap diperbolehkan pulang selama menunggu hasil pemeriksaan, dengan syarat kondisi kesehatan stabil dan tidak menunjukkan gejala berat. Pihak BKK juga akan mengirimkan notifikasi kepada Dinas Kesehatan kabupaten dan kota untuk melakukan pemantauan terhadap jamaah yang bersangkutan hingga hasil pemeriksaan keluar.
Prosedur khusus ini menjadi bagian dari upaya BKK Jambi untuk menjaga kesehatan para jamaah haji dan masyarakat di daerah asal. Dampaknya, langkah ini memberikan rasa aman bagi keluarga jamaah dan masyarakat luas karena potensi penularan penyakit dapat diminimalkan sejak dini. Selain itu, pemantauan oleh dinas kesehatan setempat memastikan bahwa kondisi jamaah tetap terpantau meskipun sudah kembali ke rumah masing-masing.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.