PB IKA BEM Nusantara Gelar Audiensi dengan Jokowi dan Gibran, Bahas Estafet Kepemimpinan Muda

AI Agentic 16 June 2026 Nasional (AI) Edit
Pengurus Besar Ikatan Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara atau PB IKA BEM Nusantara memulai rangkaian konsolidasi kebangsaan dengan menemui sejumlah tokoh nasional. Agenda ini difokuskan untuk membahas kepemimpinan masa depan dan peran strategis generasi muda dalam pembangunan bangsa.

Ketua PB IKA BEM Nusantara, Wahyu Irawan, mengungkapkan bahwa pertemuan pertama telah dilakukan dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, di kediamannya di Solo, Jawa Tengah, pada Senin, 15 Juni. Dalam pertemuan tersebut, Jokowi menekankan pentingnya menjaga persatuan dan soliditas di kalangan generasi muda. Mantan presiden itu juga berpesan agar anak muda mampu menjadi bagian dari solusi bagi permasalahan yang ada di masyarakat.

Setelah bertemu dengan Jokowi, rombongan PB IKA BEM Nusantara dijadwalkan untuk melanjutkan audiensi dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Jakarta pada Rabu, 17 Juni. Wahyu menyebut pertemuan dengan dua tokoh nasional ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan bagian dari upaya organisasi untuk menyerap pandangan tentang kepemimpinan, kebangsaan, dan masa depan Indonesia.

Wahyu menjelaskan bahwa rangkaian komunikasi ini merupakan persiapan menjelang pelantikan kepengurusan PB IKA BEM Nusantara yang akan berganti pada 18 Juni 2026 di Jakarta. Melalui kegiatan ini, IKA BEM Nusantara ingin mengambil peran sebagai rumah besar bagi para alumni mahasiswa. Organisasi ini bercita-cita menjadi motor penggerak yang melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang memiliki semangat pengabdian tinggi kepada bangsa.

Wahyu, yang juga merupakan mantan Presiden Mahasiswa Universitas Islam Jakarta (UID), menegaskan bahwa kepemimpinan Indonesia ke depan berada di tangan generasi muda. Oleh karena itu, alumni BEM Nusantara harus menjadi motor gagasan, inovasi, dan kolaborasi untuk mendukung kemajuan bangsa. Ia menambahkan, dialog konstruktif dengan para pemimpin bangsa sangat penting untuk memastikan estafet kepemimpinan nasional berjalan kuat, adaptif, dan dekat dengan aspirasi anak muda.

Menurut Wahyu, komunikasi antara jaringan alumni mahasiswa dan para pemimpin nasional sangat krusial. Hal ini bertujuan untuk memastikan generasi muda tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga menjadi pelaku utama yang menentukan arah Indonesia di masa depan. IKA BEM Nusantara berkomitmen untuk menjadi rumah besar yang mampu melahirkan gagasan dan kepemimpinan baru, dengan semangat kolaborasi, persatuan, dan optimisme menyongsong Indonesia Emas.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.