Wagub Sulteng Turun Langsung ke Lokasi Gempa Sigi, Pastikan Penanganan Darurat Berjalan
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A. Lamadjido, meninjau langsung lokasi dan warga yang terdampak gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 di Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Selasa. Dalam kunjungan tersebut, ia menyusuri permukiman warga yang rusak dan berdialog dengan masyarakat untuk mendengarkan kebutuhan paling mendesak.
Reny menjelaskan bahwa kehadirannya di lapangan bertujuan untuk melihat langsung kondisi masyarakat, mendengar keluhan mereka, serta memastikan seluruh proses penanganan darurat berjalan dengan baik. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus bergerak di berbagai sektor untuk mengoptimalkan penanganan dampak bencana.
Pemerintah provinsi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah telah mengerahkan alat berat, mendirikan tenda darurat, menyalurkan bantuan logistik, dan menyiapkan dapur umum bagi warga terdampak. Pelayanan kesehatan juga dipastikan tetap tersedia bagi masyarakat yang membutuhkan selama masa tanggap darurat.
Wagub Reny menambahkan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten, aparat keamanan, dan berbagai instansi terkait untuk mempercepat penanganan. Ia berkomitmen untuk terus hadir bersama masyarakat hingga proses pemulihan pascabencana selesai. “Kami akan terus memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi dan seluruh bantuan yang diperlukan dapat tersalurkan dengan baik,” ujarnya.
Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di darat pada koordinat 1,03 derajat Lintang Selatan dan 120,24 derajat Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer. Episenter gempa terletak sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, 54 kilometer timur laut Kabupaten Sigi, 70 kilometer barat laut Kabupaten Poso, dan 81 kilometer tenggara Kabupaten Donggala.
Laporan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga pukul 19.00 WIB mencatat satu orang meninggal dunia dan sedikitnya 312 jiwa atau 110 kepala keluarga (KK) terdampak gempa. Korban meninggal berasal dari Kabupaten Sigi, yang menjadi wilayah dengan dampak paling signifikan. Di sana, tercatat sekitar 272 jiwa atau 89 KK terdampak, 22 warga mengalami luka ringan, dan 13 warga mengalami luka berat.
Kabupaten Parigi Moutong juga mengalami dampak cukup signifikan dengan 40 jiwa terdampak atau 21 KK. Sementara itu, di Kota Palu dua warga dilaporkan luka ringan, dan di Kabupaten Poso satu warga mengalami luka.
Pendataan BNPB menemukan sedikitnya 67 rumah terdampak, terdiri dari 26 rumah rusak ringan, enam rumah rusak sedang, dan 12 rumah rusak berat. Kerusakan paling banyak terjadi di Kabupaten Sigi dengan 47 rumah terdampak, termasuk 23 rumah rusak ringan, enam rumah rusak sedang, dan 12 rumah rusak berat. Di wilayah yang sama, enam fasilitas ibadah, dua gedung perkantoran, satu jembatan, dan satu usaha mikro kecil menengah (UMKM) juga mengalami kerusakan.
Di Kabupaten Poso, tercatat lima rumah terdampak dengan tiga rumah rusak ringan. Di Kabupaten Parigi Moutong, 15 rumah terdampak. Sementara di Kota Palu, dilaporkan terjadi keretakan di Jembatan III, satu fasilitas umum terdampak, satu hotel mengalami kerusakan, dan satu tempat usaha terdampak.
Analisis singkat: Gempa berkekuatan signifikan ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, tetapi juga merusak infrastruktur vital seperti jembatan dan fasilitas umum. Dampak terpusat di Kabupaten Sigi, yang membutuhkan prioritas bantuan dan evakuasi. Kehadiran langsung Wagub diharapkan mempercepat koordinasi dan distribusi bantuan, terutama untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang kehilangan tempat tinggal dan akses layanan kesehatan.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.