Grab Operasikan Lebih dari 14.000 Kendaraan Listrik dan Berdayakan Ratusan Ribu Perempuan Sepanjang 2025
Sepanjang tahun 2025, Grab Indonesia berhasil mengoperasikan lebih dari 14.000 kendaraan listrik aktif di seluruh wilayah tanah air. Capaian itu menjadi bagian dari laporan program keberlanjutan perusahaan yang mencakup aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan.
Direktur Digital dan Keberlanjutan Grab Indonesia, Rivana Mezaya, menjelaskan bahwa program tersebut tidak hanya berfokus pada transportasi rendah emisi, tetapi juga mencakup penguatan kesejahteraan mitra, perluasan akses ekonomi dan pendidikan, pemberdayaan UMKM, serta penguatan komunitas masyarakat. Menurutnya, pihaknya percaya bahwa keberlanjutan bukan hanya tentang menjaga lingkungan, tetapi juga bagaimana teknologi dapat membantu lebih banyak orang memperoleh kesempatan untuk tumbuh.
Armada kendaraan listrik yang beroperasi terdiri dari lebih dari 11.000 unit kendaraan roda dua dan lebih dari 3.000 unit kendaraan roda empat. Operasional itu didukung oleh lebih dari 1.500 stasiun penukaran baterai yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Langkah ini merupakan bagian dari upaya mempercepat transisi menuju mobilitas rendah emisi dan target netral karbon perusahaan pada 2040.
Di sektor ekonomi digital, Grab mencatatkan bahwa mitra pengemudi dan mitra merchant di Asia Tenggara berhasil menghasilkan total 15,3 miliar dolar AS atau sekitar Rp250 triliun melalui platform perusahaan sepanjang 2025. Angka tersebut meningkat 19 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Untuk Indonesia, perusahaan mengalokasikan dana sebesar Rp100 miliar melalui program Grab untuk Indonesia. Program ini mendukung perlindungan sosial, apresiasi, dan pengembangan kapasitas mitra pengemudi. Di dalamnya termasuk fasilitasi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi lebih dari 200.000 mitra pengemudi berprestasi, pemberian Bonus Hari Raya, pemberangkatan 105 mitra pengemudi untuk umrah, serta pelatihan keterampilan melalui GrabAcademy.
Di sisi pemberdayaan, lebih dari 189.000 perempuan dan penyandang disabilitas berhasil memperoleh penghasilan melalui platform Grab sepanjang 2025. Jumlah ini meningkat 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Program tersebut dijalankan melalui kolaborasi dengan sejumlah organisasi seperti Single Moms Indonesia, Fatayat NU, Pusbisindo, Gerkatin, Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia, dan BSI Maslahat.
Di bidang pendidikan, program GrabScholar telah menjangkau lebih dari 5.700 pelajar di Indonesia selama periode 2022 hingga 2025. Program ini bertujuan memperluas akses pendidikan, terutama bagi anak-anak mitra pengemudi. Sementara itu, lebih dari 200.000 UMKM di 16 kota juga telah merasakan manfaat dari program Kota Masa Depan yang mendukung digitalisasi usaha berbasis teknologi.
Pada sektor lingkungan, Grab menyalurkan kontribusi pengguna melalui fitur Kontribusi Langkah Hijau sejak 2021. Program ini mendukung konservasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat, termasuk rehabilitasi Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Ciganas di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Selain itu, ada juga dukungan pengolahan biochar di Soppeng dan Medan, perlindungan serta restorasi 149.800 hektare hutan rawa gambut Katingan Mentaya di Kalimantan Tengah, serta penanaman mangrove di Pati dan Cilacap.
Grab juga bekerja sama dengan World Resources Institute Indonesia dan Bestari Sustainability untuk menyusun panduan kemasan berkelanjutan. Panduan ini membantu mitra UMKM beralih dari kemasan sekali pakai ke kemasan yang lebih ramah lingkungan dan dapat didaur ulang.
Rivana menambahkan bahwa perusahaan akan terus memperluas kolaborasi untuk memperkuat dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi masyarakat Indonesia. Pihaknya berkomitmen menghadirkan berbagai inisiatif untuk mendukung kesejahteraan mitra, memperluas akses ekonomi bagi kelompok rentan, memberdayakan komunitas lokal, serta mendorong solusi lingkungan yang memberikan manfaat jangka panjang.
Dampak dari capaian ini cukup signifikan bagi masyarakat. Kehadiran ribuan kendaraan listrik dan stasiun penukaran baterai membantu mengurangi polusi udara di perkotaan. Sementara itu, pemberdayaan perempuan dan penyandang disabilitas membuka peluang ekonomi yang lebih luas. Program digitalisasi UMKM juga mendorong pelaku usaha kecil untuk naik kelas di era ekonomi digital.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.