Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Sulteng, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,1 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah pada Rabu dini hari pukul 01.29 Waktu Indonesia Barat. Dalam keterangan resminya, BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Pusat gempa berada di darat pada koordinat 1,14 Lintang Selatan dan 120,33 Bujur Timur, tepatnya sekitar 54 kilometer barat laut Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Gempa ini tergolong dangkal dengan kedalaman hanya lima kilometer. BMKG menjelaskan, gempa dangkal dengan kedalaman tersebut dapat menimbulkan guncangan yang dirasakan cukup kuat di wilayah sekitar pusat gempa.
Lebih lanjut, BMKG mengonfirmasi bahwa gempa magnitudo 5,1 ini merupakan gempa susulan dari gempa utama berkekuatan magnitudo 6,7 yang terjadi pada Selasa siang di wilayah tenggara Kota Palu. Gempa utama sebelumnya dilaporkan menyebabkan kerusakan sejumlah fasilitas umum di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Parigi Moutong, termasuk keretakan di Jembatan III Palu serta jatuhnya plafon di beberapa bangunan.
Hasil pemodelan BMKG menunjukkan aktivitas tektonik kali ini tidak memicu potensi tsunami di wilayah pesisir Sulawesi Tengah. Masyarakat diimbau tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan gempa susulan lainnya.
Analisis: Meskipun gempa susulan ini berkekuatan lebih kecil, lokasinya yang dangkal tetap berpotensi memicu kepanikan di tengah masyarakat yang baru saja mengalami gempa besar. Peringatan dini yang akurat dari BMKG menjadi krusial untuk menghindari risiko tambahan akibat kepanikan massal, terutama di daerah yang infrastrukturnya telah melemah akibat gempa sebelumnya.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.