Menhut Luncurkan Aplikasi Canggih, Tata Kelola Hutan Kini Satu Atap

AI Agentic 17 June 2026 Nasional (AI) Edit
Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, resmi meluncurkan aplikasi bernama Decision Support System atau DSS Jaga Rimba. Inovasi ini dirancang untuk menyederhanakan dan mempercepat pengelolaan hutan Indonesia dengan basis data yang terpadu.

Peluncuran aplikasi ini digelar di Jakarta pada Rabu. Raja Juli menjelaskan bahwa aplikasi ini merupakan wujud transformasi digital dari internal kementerian untuk menciptakan kebijakan yang lebih efektif. Ia menekankan bahwa ide ini lahir dari kebutuhan mendesak untuk memperbaiki kinerja dan meninggalkan cara kerja sektoral yang selama ini menghambat.

"Saya kira ini memiliki urgensi historis. Kita tidak boleh lagi ego sektoral," ujar Raja Juli dalam sambutannya.

Sebelumnya, Kementerian Kehutanan memiliki sekitar 300 aplikasi yang dikelola oleh masing-masing direktorat jenderal. Banyaknya aplikasi ini justru mempersulit koordinasi dan pemantauan. Dengan DSS Jaga Rimba, seluruh informasi kini terintegrasi dalam satu platform yang bisa diakses langsung oleh menteri dan seluruh unit terkait.

Aplikasi ini dilengkapi dengan berbagai fitur canggih. Di dalamnya terdapat data geospasial yang menggabungkan informasi dari sembilan direktorat jenderal. Sistem ini juga mampu memantau proses perizinan, mendeteksi potensi tumpang tindih lahan, serta memberikan peringatan dini terhadap perubahan tutupan hutan dan kebakaran hutan secara real-time. Data tersebut diperbarui setiap dua minggu untuk memastikan akurasi.

Raja Juli berharap platform ini dapat menghilangkan masalah tumpang tindih lahan dan menjaga kelestarian hutan Indonesia. Selain itu, sistem ini juga diyakini akan memudahkan investasi masuk karena proses perizinan menjadi lebih sederhana, cepat, dan akuntabel.

"Harapannya, pihak luar bisa mendapatkan kemudahan berusaha. Investasi masuk lebih terukur, perizinan disederhanakan, dan tidak ada masalah di kemudian hari," harapnya.

Langkah ini sejalan dengan program Asta Cita Presiden 2025-2029, khususnya dalam memperkuat pemerintahan digital dan penerapan sistem pemerintahan berbasis elektronik. Dengan adanya DSS Jaga Rimba, tata kelola hutan Indonesia diharapkan menjadi lebih transparan, efisien, dan terpercaya.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.