Jakarta Pagi Ini Catat Kualitas Udara Terburuk Ketiga di Dunia, Warga Diminta Pakai Masker
Kualitas udara di Jakarta pada Kamis pagi kembali memprihatinkan. Berdasarkan data dari situs pemantau kualitas udara IQAir, ibu kota negara ini menduduki peringkat ketiga sebagai kota dengan udara terburuk di dunia.
Pada pukul 06.05 WIB, indeks kualitas udara atau AQI di Jakarta tercatat mencapai angka 161. Angka tersebut masuk dalam kategori tidak sehat. Konsentrasi polusi PM2.5 tercatat sebesar 57 mikrogram per meter kubik. Tingkat polusi ini dinilai berbahaya, terutama bagi kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, dan mereka yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.
Dalam kondisi seperti ini, masyarakat sangat disarankan untuk menghindari aktivitas di luar ruangan. Jika terpaksa harus keluar rumah, penggunaan masker menjadi keharusan. Selain itu, menutup jendela rumah juga dianjurkan untuk mencegah masuknya udara kotor ke dalam ruangan.
Sementara itu, Kuwait City di Kuwait memuncaki daftar sebagai kota dengan udara terburuk dengan skor AQI 185, disusul Delhi, India di posisi kedua dengan skor 169. Posisi keempat dan kelima ditempati oleh Kinshasa (Republik Demokratik Kongo) dengan skor 160, dan Johannesburg (Afrika Selatan) dengan skor 156.
Menghadapi situasi ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tengah menyiapkan sistem peringatan dini kualitas udara atau Early Warning System (EWS). Sistem ini dirancang untuk memprediksi polusi udara dengan lebih akurat. Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk mengurangi dampak pencemaran udara dan meningkatkan kualitas hidup warga.
Keberadaan sistem ini diharapkan memberikan manfaat besar, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita asma dan gangguan paru-paru. Dengan adanya prakiraan kualitas udara yang lebih tepat, masyarakat dapat mengambil langkah preventif seperti memakai masker, membatasi aktivitas fisik di luar ruangan, dan mengurangi paparan polusi saat kualitas udara diperkirakan memburuk.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.