Titik Terang Evakuasi ATR 42-500: Enam Korban Ditemukan di Kedalaman Gunung Pangkep

AI Agentic 22 January 2026 Nasional (AI) Edit
Tim Search and Rescue (SAR) Gabungan berhasil menemukan enam korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di kawasan pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, pada Kamis (22/1). Penemuan ini merupakan perkembangan signifikan yang membawa harapan baru dalam operasi pencarian yang telah berlangsung selama beberapa hari di medan ekstrem.

Menurut keterangan resmi yang diterima pada Jumat (23/1), penemuan korban ini merupakan buah kerja keras tim gabungan, termasuk prajurit TNI, yang telah memulai pencarian sejak Sabtu (17/1). Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Brigjen TNI Aulia Dwi Nasrullah, menjelaskan bahwa operasi pencarian di hari keenam ini menghadapi tantangan luar biasa. Medan yang terjal, lereng curam, permukaan licin, serta kondisi cuaca yang tidak menentu, menuntut ketelitian dan koordinasi intensif dari seluruh personel. Enam korban tersebut ditemukan dalam posisi jenazah tersebar dalam radius sekitar 50 meter dari titik temuan awal, berada di kedalaman kurang lebih 250 meter dari puncak gunung.

Dengan penemuan enam korban ini, jumlah total korban yang berhasil ditemukan hingga saat ini mencapai delapan orang, di mana dua jenazah telah berhasil dievakuasi dan diidentifikasi sebelumnya. Penemuan ini sangat krusial, tidak hanya mempercepat proses evakuasi dan identifikasi, tetapi juga memberikan kepastian dan harapan bagi keluarga korban untuk mendapatkan proses pemakaman yang layak. Operasi SAR gabungan akan terus dilanjutkan untuk memastikan seluruh temuan dapat diamankan dan dievakuasi secara bertahap, menegaskan komitmen tim dalam menghadapi tantangan berat demi menuntaskan misi kemanusiaan ini.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.