Sensus Ekonomi 2026: BPS Bandung Kerahkan 2.000 Petugas, Data Jadi Kunci Kebijakan Pembangunan
Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandung, Jawa Barat, mengerahkan ribuan petugas untuk menyukseskan Sensus Ekonomi 2026. Sebanyak 2.000 orang diterjunkan guna menghimpun data yang akan menjadi fondasi utama dalam perencanaan pembangunan dan penyusunan kebijakan pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Kepala BPS Kota Bandung, Nevi Hendri, menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi merupakan kegiatan strategis yang digelar setiap satu dekade sekali. Berbeda dengan survei biasa, sensus ini menyasar seluruh pelaku usaha dan aktivitas ekonomi tanpa terkecuali. Nevi menegaskan bahwa tidak ada satu pun sektor yang boleh terlewat, mulai dari pelaku usaha hingga rumah tangga di Kota Bandung menjadi sasaran pendataan.
Ia mengungkapkan, sensus kali ini menghadapi tantangan yang sangat berbeda dibandingkan pelaksanaan pada 2016 silam. Perubahan pola transaksi masyarakat yang didorong oleh perkembangan teknologi telah membuat aktivitas ekonomi digital tumbuh sangat pesat. Menurut Nevi, pada 2016, transaksi melalui e-commerce, dompet digital, hingga profesi seperti konten kreator dan dropshipper belum sebesar sekarang. Namun pada 2026, fenomena ini diperkirakan akan memberikan gambaran baru terhadap struktur ekonomi Kota Bandung.
Nevi pun mengingatkan para petugas untuk menjalankan tugas dengan penuh integritas dan amanah. Ia menekankan bahwa kualitas data adalah prioritas utama karena akan digunakan sebagai dasar penyusunan berbagai kebijakan. Ia meminta agar tidak ada yang bermain-main dengan data, karena data yang dikumpulkan akan menentukan arah kebijakan ekonomi, sosial, hingga kesejahteraan masyarakat ke depan. Selain memetakan pelaku usaha, sensus ini juga akan memperbarui informasi sosial ekonomi rumah tangga yang menjadi referensi pemerintah dalam menyusun program intervensi dan bantuan.
Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, turut memberikan arahan kepada para petugas. Ia mengajak seluruh petugas untuk menjalankan tugas dengan niat pengabdian dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Erwin juga menekankan pentingnya menjaga etika, profesionalisme, serta membangun komunikasi yang baik dengan warga saat melakukan pendataan. Menurutnya, para petugas sensus bukan sekadar pengumpul data, melainkan garda terdepan yang menentukan kualitas informasi ekonomi Kota Bandung. Ia menegaskan bahwa data yang akurat adalah aset pembangunan yang sangat berharga, karena kebijakan yang tepat hanya bisa lahir dari data yang benar.
Dampak dari sensus ini sangat signifikan bagi masyarakat. Data yang terkumpul akan menjadi acuan bagi pemerintah untuk merancang program bantuan sosial yang lebih tepat sasaran, mengidentifikasi potensi ekonomi baru, serta menyusun kebijakan yang sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Dengan demikian, hasil Sensus Ekonomi 2026 diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkeadilan di Kota Bandung.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.