76 Sekolah di Jawa Tak Lagi Dapat Makan Bergizi Gratis, Anggaran Dialihkan ke Wilayah 3T
Badan Gizi Nasional (BGN) memutuskan untuk menghentikan distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di 76 sekolah di Pulau Jawa. Langkah ini diambil setelah sekolah-sekolah tersebut dinilai sudah mampu secara mandiri memenuhi kebutuhan gizi peserta didiknya.
Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, mengungkapkan bahwa pemutusan ini merupakan bagian dari kebijakan refocusing atau pemfokusan ulang sasaran penerima manfaat. Data sementara yang dihimpun per Kamis lalu menunjukkan angka tersebut masih akan terus diperbarui seiring dengan proses verifikasi data yang lebih akurat.
“Sampai dengan hari ini, kami sudah melakukan pendataan dan sudah teridentifikasi 76 sekolah di Pulau Jawa sementara ini,” ujar Agustina di Jakarta.
Agustina menjelaskan, anggaran yang sebelumnya dialokasikan untuk 76 sekolah tersebut tidak akan dihapus, melainkan dialihkan. Sasaran utamanya kini diarahkan kepada kelompok yang memiliki kerentanan gizi lebih tinggi dan akses terbatas terhadap pemenuhan gizi. Kelompok prioritas tersebut mencakup anak-anak di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), ibu hamil, ibu menyusui, serta balita.
Pemerintah menegaskan bahwa kebijakan ini diambil agar program MBG berjalan lebih efektif dan efisien. BGN terus melakukan pemutakhiran data dengan mempertimbangkan indikator kerentanan gizi, kondisi sosial ekonomi, dan akses pemenuhan gizi. Data ini akan menjadi dasar untuk memastikan bantuan pemerintah benar-benar tepat sasaran.
“Sekali lagi, hal ini kami lakukan agar program makan bergizi gratis ini benar-benar secara efektif. Efektif itu diberikan kepada mereka yang tepat sasaran dan efisien,” tegas Agustina. Dengan kebijakan ini, pemerintah berharap intervensi gizi dapat menjangkau lebih banyak anak Indonesia yang benar-benar membutuhkan.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.