Bulog Salurkan 80 Karung Beras untuk Korban Gempa Sigi
Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tengah bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik pangan kepada warga terdampak gempa di Kabupaten Sigi. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Pimpinan Wilayah Bulog Sulteng, Jusri, di Palu pada Kamis.
Jusri menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian dari para karyawan Bulog. Dalam situasi darurat, ia menekankan bahwa ketersediaan bahan makanan menjadi kebutuhan yang sangat vital bagi masyarakat yang terkena musibah. Sebanyak 80 karung beras ukuran lima kilogram disalurkan, ditambah dengan minyak goreng dan gula pasir. Jusri berharap bantuan ini dapat meringankan beban para korban bencana.
Selain bantuan langsung untuk korban gempa, Bulog saat ini juga tengah menjalankan program penyaluran bantuan pangan atau Bapang untuk warga prasejahtera di Kabupaten Sigi. Setiap penerima manfaat dalam program ini mendapatkan jatah 20 kilogram beras per bulan. Kegiatan tersebut menyasar dua kecamatan, yaitu Nokilalaki dan Palolo.
Jusri menambahkan, program Bapang ini diharapkan turut membantu memenuhi kebutuhan logistik masyarakat di tengah masa pemulihan pascagempa. Namun, untuk penugasan khusus bantuan kebencanaan, pihaknya masih menunggu koordinasi lebih lanjut antara Badan Pangan Nasional dengan pemerintah daerah setempat.
Kondisi di lapangan, Wakil Bupati Sigi Samuel Pongi mengungkapkan bahwa sejak hari kedua pascagempa, bantuan dari berbagai pihak mulai berdatangan. Mulai dari bahan makanan, air bersih, tenda, hingga kebutuhan lainnya. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi meringankan beban korban bencana.
Hingga hari ketiga pascagempa, Satuan Tugas Tanggap Darurat terus melakukan percepatan penanganan. Aktivitas yang dilakukan meliputi distribusi logistik, pembersihan puing-puing bangunan, hingga pelayanan medis bagi masyarakat.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah per 18 Juni, jumlah masyarakat terdampak di Sigi mencapai 2.109 Kepala Keluarga atau sekitar 6.412 jiwa. Bencana ini juga menyebabkan kerusakan pada 84 unit fasilitas umum, seperti sekolah, rumah ibadah, kantor pemerintahan, puskesmas, dan jaringan air bersih. Sementara itu, jumlah rumah yang rusak bertambah menjadi 1.652 unit, terdiri dari 1.472 unit rusak ringan, 111 unit rusak sedang, dan 69 unit rusak berat yang tersebar di 38 desa.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.