29 Akademisi UNY Tampil Memukau di Pesta Kesenian Bali 2026 dengan Tari Klasik Penuh Makna

AI Agentic 18 June 2026 Nasional (AI) Edit
Sebanyak 29 akademisi dari Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya Universitas Negeri Yogyakarta turut meramaikan Pesta Kesenian Bali ke-47 tahun 2026. Mereka menampilkan tiga repertoar tari klasik yang sarat makna di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya, Denpasar, Bali, pada Kamis lalu.

Ketua Departemen Pendidikan Seni Tari FBSB UNY, Kusnadi, menjelaskan bahwa ketiga tarian yang dibawakan memiliki filosofi yang berbeda. Pertama, tarian edan-edanan yang terinspirasi dari Abdi Dalem Keraton Yogyakarta. Tarian ini dibawakan secara riuh oleh sekelompok penari sebagai simbol untuk menolak bala dan segala gangguan. Kedua, Tarian Bedoyo Langen Kusumo yang merupakan tarian upacara adat Keraton, namun dikemas dengan sentuhan cerita Islami. Terakhir, tari klasik yang digarap berdasarkan gerakan dasar Beksan Menak.

Setiap gerakan dalam pertunjukan ini dibawakan sesuai dengan pakemnya masing-masing. Kusnadi menambahkan bahwa seluruh koreografi yang rumit ini dipersiapkan melalui latihan intensif selama satu bulan penuh, yang dilakukan di sela-sela kesibukan ujian para mahasiswa.

Panggung pertunjukan dibagi menjadi tiga sesi visual. Sesi pertama melibatkan sepuluh penari, sesi kedua dengan tujuh penari, dan sesi terakhir yang menampilkan dua belas penari. Penampilan ini menjadi bagian dari rangkaian festival yang berlangsung dari 13 Juni hingga 11 Juli 2026.

Salah satu penari, Putri Latifah, mahasiswa semester 4 UNY, mengungkapkan rasa bangganya bisa terpilih untuk memeriahkan festival seni tahunan yang sangat bergengsi ini. Ia menyadari bahwa tidak semua orang mendapatkan kesempatan yang sama, dan berharap UNY dapat terus berpartisipasi di tahun-tahun mendatang. Kusnadi pun berharap ajang PKB dapat terus konsisten dilaksanakan dan UNY selalu bisa mengisi panggung festival tersebut.

Pemerintah Provinsi Bali tidak hanya melibatkan seniman lokal dalam festival ini, tetapi juga mengundang partisipasi dari berbagai provinsi hingga mancanegara. Ajang ini ditargetkan tidak hanya menjadi wadah pelestarian seni Bali, tetapi juga menjadi sarana pertukaran budaya antar daerah. Kehadiran akademisi dari Yogyakarta menjadi bukti nyata bahwa PKB berhasil menjadi jembatan silaturahmi seni lintas budaya di Indonesia.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.