Transformasi Dangdut: Inul Daratista Sebut Musik Kini Semakin Inklusif dan Digemari Semua Kalangan
Jakarta - Penyanyi dangdut kenamaan Inul Daratista menyoroti perubahan positif yang terjadi pada industri musik dangdut di Indonesia. Menurutnya, genre musik yang identik dengan gendang ini kini telah bertransformasi menjadi lebih inklusif dan mampu diterima oleh generasi muda.
Dalam sebuah kesempatan di Jakarta, Kamis malam, Inul menjelaskan bahwa dangdut saat ini tidak lagi dipandang sebagai musik klasik yang kaku. Ia menilai, perkembangan pesat dangdut terjadi karena kemampuannya beradaptasi dan berbaur dengan genre musik lain. Inul mencatat, dangdut kini dapat dimodifikasi ke dalam berbagai aliran seperti pop, hip hop, atau disko, yang secara langsung meningkatkan popularitasnya di kalangan Generasi Z.
"Dangdut itu sangat universal. Baik itu pure dangdut, maupun di luar genre dangdut, mereka semua menikmati. Bahkan musik dangdut itu bisa dimodifikasi apa saja," ujar Inul.
Tak hanya di dalam negeri, Inul juga mengungkapkan bahwa musik dangdut telah lama menembus pasar internasional. Ia berbagi pengalaman saat tampil di Amsterdam, di mana pertunjukannya turut disaksikan oleh tokoh diplomatik. "Waktu dulu aku nyanyi di Amsterdam juga pernah didatangi Perdana Menteri Inggris," kenang Inul.
Pelantun lagu "Masa Lalu" ini berharap musik dangdut tetap menjadi kebanggaan sebagai musik nasional yang dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari masyarakat umum hingga kalangan atas. Menurut Inul, dangdut kini telah menjadi milik semua orang.
"Bagi aku dangdut itu the music of my country. Jadi kita boleh bangga dengan budaya dangdut karena yang luar biasa sekarang bisa diterima hampir seluruh masyarakat Indonesia dari tukang becak sampai orang yang punya mobil mewah, semuanya bisa menikmati," ujar Inul.
Saat ditanyai mengenai kemungkinan untuk menjajaki panggung di China sebagai bagian dari eksplorasi karir, Inul pun mengaku sangat tertarik. Ia mengungkapkan alasannya karena ada aktor asal negeri tirai bambu yang ia gemari. "Mau, mau banget (ke China). Biar ketemu Zhang Ling He," kata Inul.
Analisis: Transformasi dangdut yang disebutkan Inul Daratista menunjukkan bahwa musik tradisional tidak lagi bersifat eksklusif. Kemampuannya berkolaborasi dengan genre modern membuat dangdut lebih mudah diterima oleh berbagai kalangan usia dan latar belakang, sekaligus memperkuat posisinya sebagai ikon budaya nasional yang mendunia.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.